<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995</id><updated>2011-04-21T17:45:47.864-07:00</updated><category term='campaign'/><category term='program'/><category term='sidewalk'/><category term='Thamrin'/><category term='abroad'/><category term='city'/><category term='opinion'/><category term='kota tua'/><category term='seminar'/><title type='text'>Batavia Pedestrian</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-3393488751727665940</id><published>2008-03-28T21:58:00.000-07:00</published><updated>2008-04-12T22:03:54.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='city'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campaign'/><title type='text'>Cae free day. Bisakah dikelola lebih baik?</title><content type='html'>&lt;img src="http://bataviase.files.wordpress.com/2008/03/car-free-day2.jpg" width="300" alt="" align="left" hspace="10" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;30 Maret lusa&lt;/strong&gt; ada kegiatan rutin menutup Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman pada rentang jam 06:00-14:00. Semoga nanti tidak sesepi ini.&lt;br /&gt;Program &lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt; juga akan diperluas ke kota madya, seperti di Jalan Wijaya untuk Jakarta Selatan, Jalan Danau Sunter di Jakarta Utara dan di kawasan Kota Tua untuk Jakarta Barat. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Budirama Natakusumah&lt;/strong&gt;, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, menyampaikan bahwa pada 2006 terselenggara 45 hari bersih, 2007 ada 73 hari, dan 2008 ditargetkan 100 hari bebas polusi.&lt;br /&gt;Dari sisi pengurangan polusi udara, kegiatan &lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt; dianggap sukses. Tapi manfaat yang jauh lebih dalam dan lebih luas, belum digali dan dinikmati oleh warga Jakarta. &lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt; di Jakarta bagai batu hitam tergeletak sia-sia, padahal jika digosok dengan benar ia akan menjadi intan yang tak terukur nilainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt;s seharusnya menjadi hari-hari berharga bagi warga Jakarta yang sehari-harinya mengalami berbagai macam tekanan. &lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt; merupakan peluang untuk interaksi informal yang positif antar sesama setelah lama tenggelam dalam individualisme kemacetan.&lt;span id="more-474"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa moment serupa di &lt;a href="http://bataviase.wordpress.com/2007/07/03/bogota-dan-happiness-economics/"&gt;Ciclovia &lt;/a&gt;bisa menarik jutaan orang —bersepeda, main sepatu roda, road skating, aerobik, jalan-jalan, atau sekedar mejeng, menonton atau ditonton orang— dan semua tersenyum bahagia, juga para petugasnya meski mereka kelelahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agaknya Jakarta hanya kekurangan visi. Hanya melihat &lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt; dari satu sisi: udara bersih.&lt;br /&gt;Padahal, jika kita teliti benar, ternyata sebetulnya ia bisa membei efek berantai yang sungguh positif: menggalang kebersamaan; memupuk naluri gotong royong; menumbuhkan kepercayaan antar sesama warga, bahkan antar warga dengan aparat pemerintah; bibir yang semula berkerut ke depan tertarik ke samping membentuk senyum lebar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kita tahu bahwa sebuah senyum tulus juga memiliki efek berantai yang jauh lebih positif lagi. Seperti sedekah, menurut Nabi. Kita juga tahu bahwa di Jakarta yang lebih sering terjadi adalah kerusuhan. Sama persis seperti mereka, sebelum ada &lt;em&gt;Ciclovia&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Apa resepnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya biaya operasional, kemauan politik, tim layanan publik dan keterlibatan masyarakat, kata &lt;strong&gt;Guillermo Peñalosa&lt;/strong&gt;, organisator &lt;em&gt;Ciclovia&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ethan &lt;/strong&gt;menulis pengamatannya di &lt;a href="http://www.streetsblog.org/2007/12/03/ciclovia-a-moving-experience-in-bogota/" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;streetsblog&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;: “sungguh mengejutkan. Berada di jalanan bersama orang-orang lain ternyata bisa membuat ribuan orang itu begitu bahagia dan bersahabat.“&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://bataviase.files.wordpress.com/2008/03/ciclovia0.jpg" width="500" align="middle" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;em&gt;kegiatan dan fasilitas dalam ciclovia&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“Yang pertama tergambar dalam benak saya jika mengenang &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;adalah senyum spontan di setiap wajah yang saya temui. Tua-muda, kaya-miskin, pejalan kaki atau pesepeda, semua mencintai &lt;em&gt;Ciclovia” &lt;/em&gt;kenang &lt;strong&gt;Clarence Eckerson&lt;/strong&gt; produser &lt;a href="http://www.streetfilms.org/archives/ciclovia/" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;StreetFilms&lt;/em&gt;,&lt;/a&gt; sebuah organisasi nirlaba di New York yang peduli pada masalah ruang publik, pedestrian, sepeda, dan kenyamanan di jalanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gil menyatakan banyak kisah-kisah cinta dan perkawinan terlahir di &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;sejak diadakan tahun 2000. Komentar para warganya:&lt;br /&gt;“Tidak perlu biaya banyak untuk rekreasi di &lt;em&gt;Ciclovia&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ciclovia &lt;/em&gt;memberi peluang bagi kami untuk menikmati kota.”&lt;br /&gt;“Sejak hadirnya &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;kami jadi lebih sering berkumpul dan bermain bersama keluarga”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ciclovia &lt;/em&gt;adalah hal paling indah yang diberikan oleh kota pada warganya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan lewatkan makna mendalam dari setiap komentar warga itu. Pemerintah memang banyak memberi di &lt;em&gt;Ciclovia&lt;/em&gt;, warga pun berduyun-duyun menikmatinya. Beberapa lokasi dijadikan pusat kegiatan, instruktor disediakan untuk aerobik, sepatu roda, skating. Kios makan-minum gratis tersebar di mana-mana. Tidak punya sepeda? Ada banyak sepeda di taman-taman, gratis digunakan meski hanya di seputar taman saja. Ada puluhan taman seluas Monas, bahkan ada yang lebih luas lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.500 muda-mudi pilihan, semua gagah dan cantik, mengawasi  &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;dilengkapi sepeda, tas PPPK dan alat komunikasi yang terhubung ke pusat komando. Misi yang diemban: menanamkan rasa aman dan nyaman pada peserta &lt;em&gt;Ciclovia&lt;/em&gt;; menumbuhkan keyakinan bahwa tidak akan terjadi hal-hal buruk saat mereka bebas beraktivitas, berjalan-jalan, bersepeda, skating dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Warga benar-benar merasakan kemewahan itu, sekecil apa pun masalahnya, segera muncul petugas, cekatan membantu mereka memompa ban, misalnya. Persis seperti petugas &lt;em&gt;baywatch&lt;/em&gt;, karena itu mereka dijuluki &lt;em&gt;&lt;strong&gt;bikewatch&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://bataviase.files.wordpress.com/2008/03/ciclovia1.jpg" width="500" align="middle"/&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;em&gt;Para angota bikewatch saat briefing dan saat in action &lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“Tugasnya menyenangkan. Selain merupakan olahraga, juga karena ada kontak langsung dengan orang-orang. Memberi anak-anak suatu permainan atau aktivitas. Membantu seorang anak mengatasi kesulitannya. Dan ketika si anak tersenyum, berterimakasih, luarbiasa rasa bahagia yang saya rasakan,” ujar seorang &lt;em&gt;bikewatch girl &lt;/em&gt;ketika ditanya kesan-kesannya oleh StreetFilms.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rekan prianya mengatakan: “Menyenangkan. Semua orang tersenyum pada saya. Saat seorang anak yang tersesat berhasil saya pertemukan dengan ayahnya, bukan main bahagianya saya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi warganya, &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;menjadi alasan terbaik untuk &lt;em&gt;de-stress&lt;/em&gt;, keluar rumah menikmati udara segar, berolahraga, bertemu orang-orang.  Menurut Gil, hal terpenting dalam &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;adalah terwujudnya integrasi sosial, &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;membuat warga bersatu, dan menyatu dengan kotanya. &lt;em&gt;Ciclovia &lt;/em&gt;membuat hidup lebih berkualitas. Warga menjadi lebih toleran, mereka menjadi lebih sadar akan tindakan-tindakannya, dan lebih bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah contoh sederhana, di Jakarta sangat jarang pengemudi mau menghentikan atau memperlambat kendaraan untuk memberi kesempatan bagi pejalan kaki menyeberang. Bukan tidak mungkin bahwa kasus tersambarnya pejalan kaki oleh bus TransJakarta sebenarnya karena tidak diberi kesempatan untuk menyeberang oleh pengemudi kendaraan lain. Ia terjebak di antara jalur busway dan jalan raya, tak seorang pengemudi yang peduli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seandainya, 118&lt;em&gt; Car Free Days&lt;/em&gt; selama 2006-2007 lalu benar-benar dirayakan seperti Ciclovia, maka sejuta dua juta warga Jakarta pasti pernah saling senyum saling sapa, tak pandang status, usia atau gender.&lt;br /&gt;Ketika di saat lain salah satu mengemudi, yang lainnya ingin menyeberang, dan mereka pernah bersua di &lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt;, tentu kelanjutannya akan jauh berbeda bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Bogota, selain Ciclovia juga ada program&lt;em&gt; Dia Sin Carro&lt;/em&gt;, Hari Tanpa Mobil, setiap 1 Februari. Yang ini lebih radikal: mobil pribadi sama sekali tidak boleh bergerak di seluruh kota.&lt;br /&gt;Di Jakarta, Hari Tanpa Kendaraan Bermotor sukses bagi Pemerintah, tapi bagi warganya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Birokrat sebaiknya merancang program dengan lebih cermat dan sosialisasi yang lebih persuasif, jangan hanya berupa siaran pers, atau dikemas ala propaganda politik. Sebagus apa pun programnya tidak akan diabaikan masyarakat yang sudah makin alergi pada jargon politik.&lt;br /&gt;Gubernur Sutiyoso memperkuat kesan itu ketika pada September 2007 datang menunggang mobil dikawal sepeda motor untuk meresmikan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.&lt;br /&gt;Coba tanya pada rumput yang bergoyang…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-3393488751727665940?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/3393488751727665940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=3393488751727665940&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3393488751727665940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3393488751727665940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2008/03/cae-free-dat-bisakah-dikelola-lebih.html' title='Cae free day. Bisakah dikelola lebih baik?'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-872776620146170924</id><published>2008-03-06T20:12:00.000-08:00</published><updated>2008-03-06T20:58:46.112-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opinion'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thamrin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='city'/><title type='text'>Pedestrian menambah omzet bisnis lho</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FfjcNaYW6fk"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/FfjcNaYW6fk" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;The greatest little pedestrian street in the world | 00:52&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kenapa masyarakat kita belum melihat kelebihan-kelebihan pedestrian ya. Tengok saja Pasar Baru, meski sudah jadi area pedestrian masih saja pemilik usaha (atau karyawannya?) mondar-mandir mengendarai mobil atau motor.&lt;br /&gt;Padahal kalau pedestrian dijaga tetap steril dari kendaraan bermotor, maka kenyamanannya terjamin. Yang datang akan semakin banyak dan omzet meningkat.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jalan Sabang, misalnya, andaikan dikonversi jadi area pedestrian barangkali omzet toko-toko di sana akan naik berlipat kali. Dibanding mereka yang naik kendaraan, para pejalan kaki memiliki kemungkinan lebih besar untuk masuk ke toko. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Time elapse&lt;/span&gt; mereka saat melewati toko jauh lebih lambat, iming-iming di etalase akan lebih terperhatikan dan bisa membuat mereka tertarik untuk masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan jalan Sabang mampu menampung 100 mobil, maka kalau dibebaskan dari kendaraan bermotor jumlah orang yang lalu lalang bisa ribuan, apalagi di sana-sini disediakan fasilitas untuk duduk. Atau sediakan arena kecil untuk para pengamen berkreasi, solo performance atau mereka bikin group untuk manggung bareng. Tidak sedikit lho pengamen yang kualitasnya bagus. Siapa tahu ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talent hunter&lt;/span&gt; yang menemukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi tiap bulan ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Car Free Day&lt;/span&gt; di Thamrin, wah kalau punya toko di jalan Sabang saya  provokasi semua tetangga untuk minta dijadikan area pedestrian...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-872776620146170924?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/872776620146170924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=872776620146170924&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/872776620146170924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/872776620146170924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2008/03/pedestrian-menambah-omzet-bisnis-lho.html' title='Pedestrian menambah omzet bisnis lho'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-2429180354705829029</id><published>2007-12-07T10:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T10:40:03.064-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opinion'/><title type='text'>Kawasan Ramah untuk Pejalan Kaki</title><content type='html'>Saptono Istiawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kecenderungan baru di Amerika Serikat yang mungkin bisa kita jadikan renungan mengenai lingkungan kota di Indonesia. Kecenderungan itu adalah mengidamkan dan mengusahakan kawasan kota yang punya kualitas &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkability&lt;/span&gt; atau mudah untuk dijelajahi dengan berjalan kaki seperti disebut dalam &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Yahoo! News&lt;/span&gt; baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan oleh&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; The Brooking Institution&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, sebuah lembaga swadaya masyarakat nirlaba yang didirikan tahun 1916 dan berbasis di Washington DC, AS. Survei ini dijalankan oleh Profesor &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Christoper B Leinberger&lt;/span&gt;, seorang dosen tamu di institusi itu yang juga seorang pengembang properti (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;developer&lt;/span&gt;) yang punya pandangan jauh ke depan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Leinberger melakukan kuantifikasi kecenderungan untuk membangun lingkungan yang nyaman bagi pejalan kaki dari suatu kota dengan menghitung jumlah kawasan yang mudah diarungi dengan berjalan kaki. Dia menetapkan kriteria-kriteria bagi kawasan yang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;qualified&lt;/span&gt; sebagai kawasan yang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkable&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, kawasan itu merupakan suatu kawasan campuran, yakni kawasan yang memiliki permukiman, pertokoan, perkantoran, tempat kerja, fasilitas pendidikan/kampus, dan fasilitas fasilitas kebudayaan dalam suatu wilayah yang bisa terjangkau dengan nyaman dengan berjalan kaki, yang pada prinsipnya juga memikat penghuni dari kawasan lain untuk masuk ke wilayah itu dengan berjalan kaki juga. Jadi harus bersifat inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, kawasan itu harus memberi kemudahan bagi para pejalan kaki untuk mencapai semua fasilitas yang ada di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, kawasan itu tidak memerlukan subsidi besar dari pemerintah federal atau pemerintah negara bagian untuk memacu pengembangan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuantifikasi dilakukan dengan menghitung perbandingan antara banyaknya kawasan yang memenuhi kriteria di atas di suatu kota dan jumlah penduduk kota yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei 30 kota terbesar di AS, kota Washington DC, ibu kota AS, merupakan kota yang memiliki sarana terbanyak bagi pejalan kaki (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkable places&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washington memiliki 20 &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkable places&lt;/span&gt;. Kalau dihitung per kapita, setiap &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkable places&lt;/span&gt; melayani 264.000 warganya. Kota New York sebenarnya punya&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; walkable places&lt;/span&gt; yang lebih banyak, yaitu 21 tempat, yang kebanyakan berada di wilayah Manhattan. Namun karena jumlah penduduknya jauh lebih banyak, New York gagal menempati peringkat pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei ini juga mengungkapkan bahwa &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkable places &lt;/span&gt;terutama tumbuh di kawasan yang dilewati atau memiliki sistem transportasi massal seperti jaringan subway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, Leinberger, yang juga direktur program magister real estat di University of Michigan, berhasil mengidentifikasi 157 &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkable places&lt;/span&gt; di 30 kawasan metropolitan itu. Ternyata kota Tampa di Negara Bagian Florida merupakan satu-satunya kota metropolitan yang tidak punya kawasan ramah pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kotakota besar di Indonesia? Kecenderungan untuk memanjakan pejalan kaki juga sudah melanda kita sejak lama. Superblok-superblok yang bertumbuhan dewasa ini sebenarnya juga merupakan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;walkable places.&lt;/span&gt; Superblok merupakan kawasan kepadatan tinggi dengan bangunan-bangunan tinggi &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;mixed used&lt;/span&gt; yang mengintegrasikan zona hunian, tempat kerja, rekreasi, dan belanja. Penghuninya bisa mencapai dengan mudah setiap zona dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Penghematan energi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu turut menunjang penghematan energi dan membantu mengurangi pencemaran udara di tengah kota. Namun, kawasan superblok umumnya masih bersifat eksklusif karena secara prinsip hanya melayani penghuninya saja. Tentu tidak masuk dalam kriteria Leinberger sebagai kawasan yang amat nyaman buat pejalan kaki yang secara teknis dia sebut sebagai &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;regional serving walkable urban spaces&lt;/span&gt; (ruang ruang urban yang mudah dijelajahi dengan berjalan kaki dan berfungsi meladeni kebutuhan penghuni kawasannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tak mengapa, setidaknya ada benih-benih semangat untuk memanjakan pejalan kaki yang bisa disemai di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain yang menunjukkan pemihakan kepada pejalan kaki adalah kawasan-kawasan yang tertutup bagi kendaraan bermotor, seperti kawasan belanja Pasar Baru di Jakarta Pusat dan kawasan di sekitar Taman Fatahillah di Jakarta Utara. Fasilitas transportasi busway juga merupakan sarana yang potensial untuk menumbuhkan kawasan seperti ini di pusat kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan berita baik bagi penghuni kota kita yang mulai muak dengan semakin tersiksanya mereka atas ketergantungannya pada kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain dalam bukunya yang berjudul &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;The Option of Urbanism, Investing in a New American Dream&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; terbitan Island Press 2007, Leinberger mengungkapkan bahwa warga kota AS mulai menyuarakan kecaman kerasnya terhadap kebijakan tunggal penataan kota-kota di AS yang dianut secara ketat selama hampir enam dekade belakangan ini. Polanya adalah deretan mal-mal (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;mall strip&lt;/span&gt;) dan kota yang merambah (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;urban sprawl&lt;/span&gt;), yaitu pengembangan kota ke segala arah dalam kawasan-kawasan dengan kepadatan rendah dan dengan inti berupa deretan mal-mal. Persis seperti yang dilakukan (ditiru?) di sekeliling kota Jakarta saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leinberger menuduh kebijakan yang dianut para pengembang di AS selama ini berakar dari kepentingan industri mobil dan perusahaan minyak. Semua kawasan pinggir kota dirancang agar dapat dicapai dengan mudah dengan kendaraan bermotor (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;drivable suburban&lt;/span&gt;). Jalan-jalan bebas hambatan dibangun ke segala arah. Terowongan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(underpass)&lt;/span&gt; dan jalan layang&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; (fly over) &lt;/span&gt;dibuat di setiap persimpangan dan kalau mungkin setiap penduduk memiliki kendaraan bermotor sendiri-sendiri &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(one people one engine)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini kota-kota besar mengalami kemajuan yang luar biasa, tetapi juga dengan harga yang amat semakin tak tertanggungkan. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Drivable suburban &lt;/span&gt;merupakan penyebab khusus dari kemerosotan komunitas kota. Masyarakat kota terpecah-pecah sesuai dengan kawasan tempat mereka bermukim, belum terhitung pengotakan dalam kelas-kelas pendapatan dan kerusakan lingkungan. Semua ini akhirnya bermuara pada apa yang disebut dengan keruntuhan sosial masyarakat kota &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(urban decay)&lt;/span&gt; di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai reaksinya, 15 tahun belakangan ini 138 juta penduduk kota AS, terutama yang kelas menengah, sedang gencar-gencarnya menyuarakan tuntutan bagi perubahan kebijakan perkotaan secara mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengidamkan suatu komunitas urban yang baru di mana mereka dapat tinggal, bekerja, belanja, berekreasi, dan berinteraksi di suatu kelompok kawasan yang terjangkau dengan berjalan kaki&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; (within easy walking distance).&lt;/span&gt; Karena itu, idealnya kawasan itu berada di tengah kota dalam kawasan yang tinggi kepadatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Indonesia, kawasan pejalan kaki mendapatkan momentum baru berupa isu pemanasan global. Namun yang lebih penting lagi sebenarnya juga momentum untuk menata kembali masyarakat perkotaan agar lebih membentuk suatu komunitas sosial yang lebih utuh dan integral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saptono Istiawan IAI [&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/07/Properti/4050957.htm"&gt;kompas&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-2429180354705829029?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/2429180354705829029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=2429180354705829029&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/2429180354705829029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/2429180354705829029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/12/kawasan-ramah-untuk-pejalan-kaki.html' title='Kawasan Ramah untuk Pejalan Kaki'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-4358870108529649151</id><published>2007-11-25T09:13:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T09:20:53.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campaign'/><title type='text'>Kota tua bebas kendaraan</title><content type='html'>Hari ini kawasan Kota Tua dinyatakan bebas kendaraan bermotor. Acara Car Free Day ini agaknya seperti yang dijanjikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya, bahwa setiap bulan akan ada hari bebas tanpa kendaraan bermotor di berbagai wilayah Jakarta secara bergilir&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam jumpa pers 21 Nopember lalu, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Budiana Natakusumah menyatakan acara ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mendorong masyarakat beralih ke angkutan massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dilakukan sejak 06.00 pagi hingga 14.00, sekaligus dilakukan pencanangan bebas rokok di sekolah, institusi kesehatan, angkutan umum dan rumah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan yang tertutup meliputi Jalan Tongkol, Jalan Cengkeh, Jalan Kalibesar Timur, Jalan Pos Kota dan Jalan Pintu Besar Utara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-4358870108529649151?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/4358870108529649151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=4358870108529649151&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/4358870108529649151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/4358870108529649151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/11/kota-tua-bebas-kendaraan.html' title='Kota tua bebas kendaraan'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-8951965286922895745</id><published>2007-09-20T14:48:00.000-07:00</published><updated>2007-09-23T14:56:12.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sidewalk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='city'/><title type='text'>Jakarta untuk manusia?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pedestrian Mulai Dibongkar Demi Busway Cililitan - Priok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RvbgVsrLwOI/AAAAAAAAAwY/lCG_wxCan0c/s1600-h/jalan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RvbgVsrLwOI/AAAAAAAAAwY/lCG_wxCan0c/s320/jalan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113521090299936994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ari Saputra - &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/20/time/115746/idnews/832329/idkanal/10"&gt;detikcom&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Sepuluh pekerja kasar terlihat lelah memecahkan beton-beton di tepi Jalan Enggano dan Jalan Yos Sudarso (depan depo Plumpang), Jakarta Utara. Dengan peralatan manual berupa martil besar yang diayunkan, beton itu pun hancur perlahan. Lantas, pekerja kasar itu mengambil runtuhan material dengan sekop dari anyaman bambu dan menaruhnya di tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengguna jalan harus berhati-hati menghindari timbunan material itu. Pada jam-jam sibuk, situasi ini memacetkan arus lalu lintas di kedua ruas jalan raya itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Trotoar itu memang dibongkar untuk pelebaran jalan busway," &lt;/span&gt;kata Kepala Bagian administrasi sarana Perkotaan (ASP) Jakarta Utara, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yuliadi&lt;/span&gt;, pada detikcom, Kamis (20/9/2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembongkaran di kedua ruas jalaan itu telah dilakukan mulai Senin 17 September. Pembongkaran itu guna menambah kapasitas lajur supaya tidak menyempit bila busway telah beroperasi.&lt;br /&gt;Sedikitnya 900 meter pedestrian di kedua jalan itu akan dipangkas tanpa ampun. Dengan sisi kanan dan kiri, panjang pedestrian yang dibabat mencapai dua kali lipatnya. Begitu pun halte bus di tepi jalan itu, akan dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut Yuliadi, pedestrian kan diganti dengan pedestrian baru berupa pembetonan di atas saluran air yang lebih sempit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nanti kita ganti trotoar di atas saluran air yang dibeton," &lt;/span&gt;imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pejalan kaki yang melintas menyatakan keberatanya atas pembongkaran trotoar. Namun tidak sedikit yang menyatakan dukungannya. Yang keberatan karena akses pejalan kaki menjadi terhambat sementara yang terbantu dengan busway, meminta pengerjaan busway tidak berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kalau ada busway saya enak. Dari rumah di Rawasari tinggal naik, langsung turun di depan kantor,"&lt;/span&gt; ucap Susi (28), karyawan lembaga asuransi di Jl Enggano, yang tengah melintas di pembongkaran trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busway koridor X sepanjang 19 kilometer, dengan rute Terminal Cililitan - Jl Mayjen Sutoyo - Jl DI Panjaitan - Jl Jendral Ahmad Yani - Jl Yos Sudarso - Jl Enggano - Terminal Tanjung Priok PP. (aba/nrl)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-8951965286922895745?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/8951965286922895745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=8951965286922895745&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8951965286922895745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8951965286922895745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/09/jakarta-untuk-manusia.html' title='Jakarta untuk manusia?'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RvbgVsrLwOI/AAAAAAAAAwY/lCG_wxCan0c/s72-c/jalan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-8825135290941289993</id><published>2007-09-20T08:20:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T08:21:24.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opinion'/><title type='text'>Tak Cukup Hanya Dengan Hari Tanpa Kendaraan Bermotor</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dalam keseharian, hampir setiap hari kita selalu melibatkan kendaraan bermotor, utamanya untuk sarana transportasi. Baik kendaraan roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil). Sangat besar peranan kendaraan bermotor dalam mendorong suksesnya usaha kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun demikian, jarang sekali kita memikirkan akibat yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor. Kita hanya mengambil manfaatnya saja, dan kurang peduli terhadap imbas yang ditimbulkannya, khususnya gas buang (asap). Asap kendaraan bermotor mengandung molekul-molekul kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Di antaranya zat berbahaya yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan populasi yang demikian besar, tentu kita juga bisa membayangkan, betapa besarnya &lt;i&gt;polusi&lt;/i&gt; (pencemaran) yang diakibatkannya. Berdasarkan riset Badan Kesehatan Dunia (&lt;i&gt;World Health Organization/WHO&lt;/i&gt;) dan sejumlah lembaga independen lainnya, pencemaran yang diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor, merupakan polusi yang terbesar dan berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungannya. Bahkan, WHO memperkirakan, sekitar 70 persen penduduk kota di dunia, sesekali pernah menghirup udara yang tidak sehat, sedangkan sisanya menghirup udara yang bersifat marjinal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Car Free Day&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu bagaimana caranya mencegah makin meningkatnya pencemaran udara yang diakibatkan asap kendaraan bermotor? Bertepatan dengan &lt;i&gt;Car Free Day&lt;/i&gt; (Hari Tanpa Kendaraan Bermotor) yang jatuh pada Sabtu (22/9) mendatang, ada baiknya kita semua untuk tidak sama sekali menyentuh kendaraan bermotor pada hari itu. Saatnya kita menyadari dan peduli, untuk turut menciptakan udara yang bersih, sehat dan segar, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun, mewujudkan langit biru nan cerah, udara yang sejuk, bumi nan hijau, tak cukup hanya dengan memperingati Hari Tanpa Kendaraan Bermotor &lt;i&gt;(Car Free Day).&lt;/i&gt; Dibutuhkan kesadaran kita semua sebagai pelaku penyebab polusi (termasuk juga industri kendaraan bermotor) untuk mengurangi pencemaran. Kita semua berkewajiban untuk menjaga dan memelihara eksistensi planet (bumi) ini dengan segala ekosistemnya dalam kehidupan yang sehat dan alami.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kata lain dari Hari tanpa Kendaraan Bermotor ini adalah larangan mengemudi. Khusus untuk hari tertentu, seluruh pemilik kendaraan bermotor, dilarang mengemudikan kendaraan bermotor. Jika mau bepergian, hendaknya hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda. Kita tentu &lt;i&gt;apreciated&lt;/i&gt; dengan langkah sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) yang menetapkan aturan agar seluruh karyawannya pada hari tertentu harus memakai sepeda untuk ke kantor.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di samping langkah di atas, hal lainnya yang diharapkan efektif untuk mengurangi pencemaran lingkungan oleh kendaraan bermotor adalah dengan menerapkan aturan pengendalian transportasi. Beberapa negara di Eropa, juga telah menerapkan sejumlah aturan untuk mengendalikan transportasi &lt;i&gt;(transportation control measures/TCM)&lt;/i&gt; sekaligus mengurangi pencemaran udara. Seperti larangan masuk, larangan parkir, hari tanpa mengemudi, bersepeda, kerja jarak jauh dan menggunakan bahan bakar alternatif atau teknologi baru.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejumlah TCM dipasang dan dipusatkan pada pengurangan kepadatan lalu lintas dengan menggunakan sistem yang berkisar dari metode fisik, seperti lampu lalu lintas yang terkoordinasi, jalan satu arah dan bermobil patungan &lt;i&gt;(three in one)&lt;/i&gt; atau jalur bus yang terpisah &lt;i&gt;(busway),&lt;/i&gt; sampai metode penggunaan insentif ekonomi, misalnya 'tarif jalur padat' yang mengharuskan pengemudi membayar jika melalui jalan raya di saat lalu lintas padat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita juga berharap, para produsen menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan, misalnya dengan teknologi hybrid, &lt;i&gt;fuel cell, electrical car&lt;/i&gt; dan lain sebagainya. Inilah tantangan besar bagi produsen otomotif nasional dalam menghadirkan teknologi kendaraan yang ramah lingkungan dengan emisi gas buang rendah dan terbebas dari bahan-bahan berbahaya. sya (&lt;a href="http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=4&amp;amp;id=307750&amp;amp;kat_id=105&amp;amp;kat_id1=148&amp;amp;kat_id2=199" target="_blank"&gt;Republika&lt;/a&gt; )&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-8825135290941289993?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/8825135290941289993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=8825135290941289993&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8825135290941289993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8825135290941289993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/09/tak-cukup-hanya-dengan-hari-tanpa.html' title='Tak Cukup Hanya Dengan Hari Tanpa Kendaraan Bermotor'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-3957672626144323172</id><published>2007-08-20T22:20:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T22:48:05.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abroad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='city'/><title type='text'>Kota Hijau dengan "Hakata Bi jin"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fukuoka, Kota Hijau dengan "Hakata Bi jin"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;R Adhi Kusumaputra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5sxn7E7TI/AAAAAAAAAqs/UvlbRCM3YRE/s1600-h/fukuoka-e.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5sxn7E7TI/AAAAAAAAAqs/UvlbRCM3YRE/s320/fukuoka-e.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102135027643510066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Musik jazz dari grup Shakatak terdengar saat menyusuri lorong-lorong Tenjin Underground Shopping Arcade. Pusat perbelanjaan yang dibangun di bawah tanah itu dipenuhi orang yang lalu lalang.&lt;br /&gt;Ini tidak heran karena lorong-lorong bawah tanah itu diciptakan sebagai pusat perbelanjaan dan pusat mode dunia. Kawasan bawah tanah ini terkoneksi dengan 20 gedung perkantoran, pusat perbelanjaan di atasnya, dan stasiun subway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenjin adalah salah satu pusat belanja, bisnis, dan hiburan di kota Fukuoka, salah satu kosmopolitan di Jepang. Setiap akhir pekan, kawasan ini dibanjiri kaum muda yang datang dari segala penjuru Kyushu, salah satu pulau di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fukuoka City adalah ibu kota Prefektur Fukuoka. Kota tua yang dibangun April 1889 ini kini menjadi kota modern seluas 340,60 kilometer persegi (separuh luas kota Jakarta) dan berpenduduk 1,4 juta jiwa. GNP kota Fukuoka saat ini 6.172 miliar yen Jepang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami ciptakan kota yang aman didukung sistem transportasi yang nyaman,"&lt;/span&gt; kata Deputi Wali Kota Fukuoka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hiroyuki Takada&lt;/span&gt; kepada peserta Asian City Journalist Conference, awal Agustus lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fukuoka sebuah kota yang sibuk, namun harmoni dengan alam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami ciptakan Fukuoka sebagai tempat bagi masyarakat dunia untuk bertemu, berdiskusi, dan juga rileks,"&lt;/span&gt; kata Takada.&lt;br /&gt;Jumlah turis yang datang ke kota Fukuoka meningkat, dari 15,6 juta orang pada tahun 2000 menjadi 16,3 juta orang pada tahun 2004. Berbagai konvensi internasional digelar di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5vIH7E7VI/AAAAAAAAAq8/8S9Mo_thJcs/s1600-h/fukuoka3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5vIH7E7VI/AAAAAAAAAq8/8S9Mo_thJcs/s200/fukuoka3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102137613213822290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu tempat favorit di Fukuoka adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tenjin&lt;/span&gt;. Di sini, pejalan kaki mendapat tempat karena pedestrian dibangun lebar dan nyaman. Sejumlah department store berdiri, selain gedung perkantoran berarsitektur modern. Pemerintah setempat juga membangun ruang publik dengan taman nan hijau. Kicau burung terdengar nyaring di antara gedung-gedung jangkung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik dari Tenjin. Sejak tahun 2005, dikembangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;New Tenjin Shopping Arcade&lt;/span&gt;, pusat perbelanjaan dan gaya hidup di bawah tanah, yang dibangun pengembang swasta. Tenjin Underground sudah ada sejak 1976. Namun, melihat kemacetan lalu lintas kian parah, pihak swasta pun mengembangkan New Tenjin Underground menjadi pusat gaya hidup yang memesona.&lt;br /&gt;Di kawasan bawah tanah ini, Anda dapat menikmati 150-an toko yang menjual busana, sepatu, buku, pakaian tradisional Jepang, kafe, dan restoran. Busana yang dijual mode mutakhir, sama seperti yang dijual toko-toko busana di Paris, New York, dan Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kompas menyusuri kawasan New Tenjin Underground Shopping Arcade, kesan yang muncul, di mana-mana terdengar musik jazz. Di mana-mana berjumpa perempuan Jepang cantik dan modis ala Barat. Di mana gerangan perempuan Jepang berpakaian tradisional?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mereka terlihat di keramaian dengan kimono jika ada festival,"&lt;/span&gt; tutur Toshiharu Onoyama, warga Fukuoka yang bekerja di UN-Habitat, sebuah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).&lt;br /&gt;Pusat gaya hidup di bawah tanah ini memberi kenyamanan kepada pengunjung karena mereka tak khawatir tersengat matahari atau tersiram air hujan. Pengunjung dengan mudah menjangkau toko-toko di sini karena terkoneksi dengan stasiun subway dan kereta api, serta bus umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Hakata bi jin"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5w7X7E7WI/AAAAAAAAArE/E7h1eoRwzkk/s1600-h/Fukuoka-tenjin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5w7X7E7WI/AAAAAAAAArE/E7h1eoRwzkk/s320/Fukuoka-tenjin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102139593193745762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Musik jazz terdengar di mana-mana? Ya. Di toko busana Clear Impression, misalnya, terdengar jelas musik dari grup jazz Shakatak asal Inggris yang pernah manggung dan rekaman album di Jepang.&lt;br /&gt;Di Starbucks Coffee, musik jazz dari gitaris Earl Klugh menjadi teman saat ngopi. Pengunjung tampak menikmati suasana. Ada yang asyik dengan laptopnya. Ada yang serius ngobrol, juga membaca buku sambil menyeruput caramel macchiato (Starbucks yang kini dikendalikan Chairman Howard Schultz sampai awal 2007 memiliki 7.521 gerai yang dikelola sendiri dan 5.647 gerai waralaba di 40 negara, termasuk di Jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan Jepang di sini terlihat modis dengan mode busana mutakhir. Rambut mereka umumnya dicat. Ini tidak heran karena dari seluruh Jepang, Fukuoka dikenal dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hakata bi jin&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beautiful women&lt;/span&gt;, kota dengan banyak perempuan cantik.&lt;br /&gt;Tak heran jika sejumlah department store yang terkoneksi dengan Underground Shopping Arcade seperti Inter Media Station (IMS), Tenjin Core, Iwataya, Vivre, dan Mitsukoshi, banyak menjual pakaian perempuan dengan mode mutakhir di lantai bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sayuri Tomita&lt;/span&gt; (23), yang bekerja di salah satu kantor berita di Fukuoka, mengaku merasa harus mengikuti perkembangan mode dunia. Dan itu juga dilakukan banyak perempuan Jepang lain di Fukuoka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terkenal dengan Hakata bi jin, Fukuoka juga dikenal sebagai kota yang memiliki banyak tempat berjualan ramen (mi china yang populer di Jepang). Kompas yang berjalan pada Rabu (1/8) malam menyusuri kawasan Tenjin, melihat di mana-mana terlihat gerobak ramen.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Orang Hakata lebih suka makan ramen di tempat kaki lima seperti ini. Biasanya warung ramen buka sampai pukul lima menjelang pagi,&lt;/span&gt;" cerita Tomita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peduli lingkungan hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5twH7E7UI/AAAAAAAAAq0/Yy6ssksr-fs/s1600-h/fukuoka2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5twH7E7UI/AAAAAAAAAq0/Yy6ssksr-fs/s200/fukuoka2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102136101385334082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suasana aman terasa di sini meski berjalan hingga tengah malam. Jarang terlihat ada polisi. Gubernur Prefektur Fukuoka Wataru Aso menjamin siapa saja yang mengunjungi Fukuoka akan merasa bahagia. Termasuk bahagia melihat betapa daerah ini peduli lingkungan hidup.&lt;br /&gt;Di Kego Park, taman kota nan hijau, seorang perempuan Jepang berpakaian tradisional mempromosikan gaya hidup bersih. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Silakan ambil. Ini semacam tempat puntung rokok yang dapat dibawa ke mana-mana,"&lt;/span&gt; kata sukarelawan dari LSM Green Bird.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, untuk membersihkan taman kota ini, puluhan sukarelawan diturunkan. Mereka menyapu dedaunan, menghilangkan grafiti di tembok, sampai memungut sampah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Political will&lt;/span&gt; menciptakan kota nan hijau ditunjukkan pula pada tanaman merambat di dinding gedung Balaikota Fukuoka. Pagar dan tembok rumah di sudut kota ini juga diberi tanaman rambat nan hijau. Gedung ACROS Fukuoka pun didesain teras hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta tentu dapat belajar dari Fukuoka, bagaimana membuat kota menjadi nyaman dan aman. Ketersediaan akses transportasi yang mudah (subway, KA, dan bus), kehadiran pusat gaya hidup di bawah tanah, sampai pada kepedulian warga kota terhadap lingkungan bersih dan hijau. [&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/20/teropong/3773699.htm"&gt;KOMPAS&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-3957672626144323172?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/3957672626144323172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=3957672626144323172&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3957672626144323172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3957672626144323172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/08/kota-hijau-dengan-hakata-bi-jin.html' title='Kota Hijau dengan &quot;Hakata Bi jin&quot;'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs5sxn7E7TI/AAAAAAAAAqs/UvlbRCM3YRE/s72-c/fukuoka-e.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-897238571537477323</id><published>2007-08-13T00:01:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T00:04:54.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><title type='text'>Penghargaan pelestarian bangunan  sejarah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hargai Jasa Pelestari Kawasan Bersejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Han Awal (arsitek), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Soedarmadji JH Damais &lt;/span&gt;(budayawan), dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wastu Pragantha Zhong&lt;/span&gt; (arsitek/pengajar) menerima penghargaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Profesor Teeuw Award 2007&lt;/span&gt; Indonesia di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat (10/8). Ketiga tokoh ini dinilai telah berjasa meletakkan dasar-dasar pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah yang erat hubungannya dengan warisan budaya bersama Indonesia- Belanda.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bambang Eryudhawan&lt;/span&gt;, Ketua Komite Pemilihan Profesor Teeuw Award 2007 Indonesia, mengatakan, penghargaan tahun ini ditetapkan untuk bidang arsitektur. Ketiga tokoh dari Indonesia ini terpilih karena kiprahnya dalam kemajuan perkembangan pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah, khususnya di Jakarta sejak masa Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sumbangan tenaga dan pikiran mereka bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi selanjutnya agar senantiasa menjaga dan memanfaatkan warisan budaya kita untuk kesejahteraan bangsa dan negara," &lt;/span&gt;kata Bambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Han Awal&lt;/span&gt; berperan dalam pemeliharaan Katedral Jakarta yang dinilai cukup sukses. Menurut Han, bangsa ini harus punya sikap yang baik dan positif terhadap pelestarian dan pemugaran bangunan tua dan kawasan bersejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wastu Pragantha Zhong&lt;/span&gt;, mantan Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemugaran di zaman Gubernur DKI Ali Sadikin, terus- menerus mendorong pelestarian dan pemugaran bangunan tua di Jakarta. Kepeduliannya cukup tinggi pada kawasan China Town yang di negara lain dirawat dan dikunjungi banyak turis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Soedarmadji&lt;/span&gt;, pensiunan Pemprov DKI dalam bidang pemugaran dan permuseuman, terlibat dalam proyek pemugaran Jakarta Kota sejak tahun 1970. Soedarmadji menggagas wisata sejarah di kota tua Jakarta yang disebut Old Jakarta Tour tahun 1969.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peter JM Nas&lt;/span&gt;, Ketua Yayasan Profesor Teeuw, mengatakan, penghargaan ini diberikan untuk seseorang atau lembaga di Indonesia dan Belanda untuk sumbangsihnya pada hubungan budaya Indonesia-Belanda dalam arti luas. Penghargaan ini diberikan dua tahun sekali sejak tahun 1992 di bidang sastra, musik, tari, arsitektur, sejarah, lingkungan hidup, hukum, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yayasan Teeuw&lt;/span&gt; didirikan tahun 1991 dalam kesempatan kepergian Profesor Teeuw untuk program Kajian Indonesia. Program yang dilaksanakan sejak tahun 1975-1992 itu mempunyai peran penting dalam hal kerja sama penelitian antara Indonesia dan Belanda. (ELN)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-897238571537477323?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/897238571537477323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=897238571537477323&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/897238571537477323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/897238571537477323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/08/penghargaan-pelestarian-bangunan.html' title='Penghargaan pelestarian bangunan  sejarah'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-2236720541610663037</id><published>2007-08-08T06:48:00.000-07:00</published><updated>2007-08-17T06:52:33.108-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='city'/><title type='text'>Belanda Kecil Semarang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertahankan Kota Lama sebagai Belanda Kecil &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMARANG, &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/08/jateng/57810.htm"&gt;KOMPAS &lt;/a&gt;- Badan Pengelola Kawasan Kota Lama atau BPK2L Semarang harus mempertahankan Kota Lama sebagai &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Little Netherland&lt;/span&gt; atau Belanda Kecil. Untuk itu, pembangunan dan pembenahan Kota Lama tetap harus mempertahankan keunikan dan keotentikan Kota Lama tidak melulu berorientasi pada bangunan, tetapi juga kawasan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Penasihat BPK2L Semarang Prof &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eko Budihardjo&lt;/span&gt; mengatakan hal itu seusai peluncuran BPK2L dan Dewan Penasihat BPK2L di Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur, Kota Lama, Senin (6/8) malam. Peluncuran itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Machfudz Ali&lt;/span&gt;, Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M Farchan&lt;/span&gt;, dan sejumlah pejabat Pemkot Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Eko mengemukakan, untuk menghidupkan kembali Kota Lama memang memerlukan pergelaran beragam kegiatan. Namun, tidak cukup itu saja, BPK2L perlu membangun dan melestarikan Kota Lama yang nantinya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berujung pada pengembangan kawasan pedestrian&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Semarang Machfudz Ali berharap BPK2L menjalankan tugasnya bukan karena Peraturan dan Surat Keputusan Wali Kota Semarang. BPK2L harus melestarikan nilai sejarah Kota Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfudz menjamin Pemkot Semarang akan memberi kemudahan perizinan renovasi bangunan kepada para pemilik bangunan. Namun, renovasi itu harus sesuai dengan peraturan yang ada, tidak boleh asal mengubah bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi beragam harapan itu, Ketua BPK2L &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surachman &lt;/span&gt;mengatakan akan mengonsep Kota Lama sebagai kota pariwisata yang melayani bidang perdagangan dan jasa. (HEN)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-2236720541610663037?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/2236720541610663037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=2236720541610663037&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/2236720541610663037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/2236720541610663037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/08/belanda-kecil-semarang.html' title='Belanda Kecil Semarang'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-2243127154377275314</id><published>2007-07-07T23:46:00.000-07:00</published><updated>2007-08-17T00:16:07.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sidewalk'/><title type='text'>Trotoarus Interuptus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.maludong.com/Images/Items/maludong-82.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px;" src="http://www.maludong.com/Images/Items/maludong-82.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh Yulianto P Prihatmaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/07/jogja/1039468.htm"&gt;Kompas &lt;/a&gt;- Siapa mendzalimi siapa? Itu adalah ungkapan untuk menggambarkan petualangan di pematang kota, trotoar jalan. Untuk menikmati sebuah jalan-jalan kota pun kita layaknya makan tersedak atau kenikmatan yang terpenggal atau interuptus. Seperti naik kuda yang naik turun, menyusuri goa yang bisa-bisa kejeblos, ikut outbound untuk uji nyali, atau main engklek dengan lompat sana-lompat sini. Benar-benar memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;[Foto: &lt;a href="http://www.maludong.com/"&gt;maludong.com&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah kota, pengendara kendaraan, pedagang kaki lima, parkir, atau pemilik rumah di tepi jalan mempunyai andil yang sama menjahati penikmat jalan kaki. Pemilik rumah selalu membuat akses jalan masuk ke pekarangannya minimal sesuai atau lebih tinggi dari level jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya jalan penghubung antara jalan dengan rumahnya yang cenderung beda level dengan trotoar sehingga trotoar menjadi naik turun seirama dengan letak akses rumah-rumah di tepi jalan. Gerakan olahraga pertama untuk mengencangkan betis dan paha pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parkir kendaraan cenderung memilih lokasi berdekatan dengan tujuan dan lokasi yang populer adalah depan bangunan tujuan dan di trotoar atau tepi jalan. Dengan menjamurnya lokasi unit-unit bisnis baru (distro, kafe, ruko, kios, dan lain-lain) yang jarang mempertimbangkan tempat parkir, trotoar/tepi jalan menjadi tempat darurat untuk menghela kuda tunggangan (celakanya kata darurat dengan berurat tiada berbeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kebetulan di jalan tersebut tidak ada trotoar maka tepi jalan menjadi tempat parkir. Akan tetapi, bila trotoar tersedia, bisa dipastikan trotoar tersebut secara "alami" dikutuk menjadi tempat parkir. Sebuah kutukan yang karmanya dirasakan oleh pejalan kaki untuk memaksa melangkah ke kiri-kanan, dari trotoar ke jalan dan sebaliknya. Gerakan olahraga kedua bagi pejalan kaki untuk melincahkan motorik kaki dan melemaskan pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ioc.u-tokyo.ac.jp/%7Ehkano/memory/JKT0612A/03kakilima.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.ioc.u-tokyo.ac.jp/%7Ehkano/memory/JKT0612A/03kakilima.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu "keistimewaan" negara atau kota berkembang adalah begitu dibuka jalan baru tak berapa lama bermunculan kaki lima bak jamur di musim hujan di sepanjang jalan tersebut, baik berupa lapak, kios, atau yang menyamar jadi toko. "Cegat keramaian orang", itulah semboyan mereka. Kalau sudah mendapat pasar dan langganan tak urung semboyan "mencegat" yang bersifat sementara menjadi "mampirlah lama- lama" sehingga terjadi keramaian yang permanen. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;[Foto: &lt;a href="http://www.ioc.u-tokyo.ac.jp/%7Ehkano/"&gt;Institute Oriental Culture&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trotoar sering menjadi area pencegatan orang oleh pedagang kaki lima karena senyampang berlalu-lalang siapa tahu membeli dagangan mereka. Sifat yang sementara saja sudah menyita ruang gerak pejalan kaki, apalagi menetap. Trotoar bagi mereka sepertinya memang ditakdirkan untuk membuka dagangan, di depan (jalan) adalah area jual beli, di belakang (biasanya selokan) merupakan area servis (buang sampah, gudang, dan MCK). Karena ini pejalan kaki harus hati- hati menginjak buangan limbah, becek dan bau. Gerakan olahraga ketiga yang bersifat minat khusus, caving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah area jelajahnya dirampas oleh pemilik rumah tepi jalan, parkir, dan kaki lima, pejalan kaki dengan terpaksa berpetualangan di tepi jalan. Pengendara kendaraan, baik yang bermotor ataupun tidak, cenderung ingin cepat sampai tujuan sehingga memacu kendaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya yang lebih hati-hati adalah moda yang lebih kencang, tetapi pada kasus ini yang harus sangat hati-hati adalah pejalan kaki, bila tak hendak celaka. Terserempet, terciprat air, terempas angin, terjatuh, bahkan tertabrak adalah risiko pejalan kaki. Ini ialah bentuk olahraga keempat terpadu plus uji nyali seperti aksi Fear Factor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukan mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.publicartinla.com/other_cities/houston/main_street_pavement.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.publicartinla.com/other_cities/houston/main_street_pavement.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hal ini masih ditambah "kedinamisan" pemerintah kota dan instansi lainnya (listrik, telepon, air minum, drainase, dan gas) yang membongkar-pasang jaringan utilitas kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tidak menyebut kurangnya koordinasi di antara pihak pelayan masyarakat tersebut, sepertinya trotoar dan (tepi) jalan adalah milik mereka yang (boleh dan) bisa dibongkar kapan pun tanpa pemberitahuan dan antisipasi pada masyarakat. Celakanya lagi, aksi bongkar-pasang selalu mengutamakan aksi pertama (bongkar), sedangkan aksi kedua (pasang) dilakukan dalam waktu yang panjang (sambil menunggu termin proyek turun).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto: &lt;a href="http://www.publicartinla.com"&gt;Public Art&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan pedestrian lebih dari sekadar trotoar butuh komitmen semua pihak dan ketegasan pemerintah. Mengharapkan trotoar bersih dari pedagang kaki lima barangkali di kota kita mustahil. Tetapi mencitakan pedestrian yang nyaman, aman, dan selamat bukanlah sebuah mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato pengukuhan seorang guru besar ilmu lingkungan mengatakan bahwa perilaku orang di jalan adalah cermin tingkat kereligiositasannya. Jika ini dipahami maka kita pun akan selalu santun berkendara di jalan karena keberagamaan kita sedang diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah pemilik rumah di tepi jalan tidak saja memikirkan bagaimana akses ke rumah mereka dari jalan, melainkan juga mempertimbangkan kemenerusan trotoar, maka bukan saja bermanfaat bagi masyarakat penikmat jalan juga baginya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pedagang kaki lima juga memikirkan tempat parkir yang tidak merampas trotoar apalagi bahu jalan, maka mereka bukan saja berbaik hati untuk si penjelajah jalan, tetapi juga mengusahakan kelestarian usaha mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal, pemerintah kota mau "sedikit bersusah" (lagi) memerhatikan si pengukur jalan ini, maka bukan saja masyarakat akan tahu gunanya ada pemerintah, tetapi hal ini sebenarnya merupakan investasi jangka menengah untuk mendukung wisata kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita berpikir tentang kota, maka yang akan tebersit pertama kali di benak kita adalah jalan-jalannya (Jacobs, 1961). Jika jalan-jalan di kota tersebut aman-menarik, maka aman-menariklah kota tersebut. Tetapi, apabila jalanan itu gronjal-gronjal, becek, dan bahkan menyakitkan, maka kota tersebut menakutkan dan mengerikan dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kilometer jalan di kota lain dengan Kota Yogyakarta barangkali akan ditempuh dengan waktu berbeda. Disini, bukan berapa lama jarak tersebut akan ditempuh, melainkan apa saja yang bisa dinikmati sepanjang jalan tersebut. Trotoar sebagai pedestrian berkontribusi besar untuk dapat menikmati "hidangan" di sepanjang jalan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yulianto P Prihatmaji Pendidik di Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-2243127154377275314?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/2243127154377275314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=2243127154377275314&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/2243127154377275314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/2243127154377275314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/07/trotoarus-interuptus.html' title='Trotoarus Interuptus'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-4150781413902541371</id><published>2007-06-14T23:59:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T00:00:44.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><title type='text'>Insentif bagi Penggunaan Bangunan di Kota Tua</title><content type='html'>Jakarta, &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/14/metro/3600971.htm"&gt;Kompas &lt;/a&gt;- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberikan insentif bagi para pemilik bangunan tua, di kawasan kota tua, yang mau memanfaatkannya kembali. Di sisi lain, disinsentif bagi pemilik yang menelantarkan bangunan tua juga disiapkan.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aurora Tambunan,&lt;/span&gt; Rabu (13/6) di Jakarta Pusat, insentif dan disinsentif itu diberikan dalam rangka revitalisasi kawasan kota tua.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Revitalisasi tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah jika tidak melibatkan masyarakat dan badan usaha yang memiliki bangunan di kawasan itu. Oleh karena itu, masyarakat akan didorong untuk menghidupkan lagi aktivitas di bangunan tuanya," &lt;/span&gt;kata Aurora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insentif yang sedang disiapkan, menurut Aurora, adalah kemudahan perizinan dan keringanan pajak. Perizinan pendirian usaha akan dipermudah proses birokrasi dan dipermurah biayanya agar mendorong munculnya aktivitas baru. Namun, keringanan pajak baru akan diperjuangkan di pemerintah pusat. Perjuangan untuk meringankan pajak ke pemerintah pusat diperlukan karena 80 persen pemilik bangunan tua adalah BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mekanisme insentif, kata Aurora, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga akan mengundang semua pemilik bangunan untuk bertemu. Gubernur akan menjelaskan rencana induk revitalisasi dan mengajak semua pemilik bangunan untuk berpartisipasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aurora, Pemprov DKI membuat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua untuk menjadi pelaksana teknis revitalisasi kawasan Kota Tua di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara. UPT itu memiliki otoritas untuk merencanakan dan melaksanakan revitalisasi kota tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat, perbaikan kawasan akan dilakukan di Jalan Fatahilah, Jalan Kunir, dan selasarnya. Lantai jalan di kawasan itu akan diganti dengan batu andesit untuk memperkuat suasana kota tua. Selain itu, para pedagang kaki lima di Jalan Kunir dan selasarnya akan direlokasi. Jalan Kunir akan menjadi akses masuk ke Jalan Fatahilah. (ECA)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-4150781413902541371?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/4150781413902541371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=4150781413902541371&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/4150781413902541371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/4150781413902541371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/06/insentif-bagi-penggunaan-bangunan-di.html' title='Insentif bagi Penggunaan Bangunan di Kota Tua'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-1838065997062499499</id><published>2007-06-13T23:39:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T23:46:54.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><title type='text'>Selesai 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembenahan Kawasan Semi Pedestrian Selesai 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Negeriku/0706/13/201608.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;/Agus Susanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs581n7E7YI/AAAAAAAAArU/9M5YC0prU3k/s1600/Kotatua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs581n7E7YI/AAAAAAAAArU/9M5YC0prU3k/s1600/Kotatua.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta, Rabu--Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta menargetkan penyelesaian kawasan semi pedesterian di daerah Kota Tua Jakarta Barat dapat diselesaikan pada 2009 yang meliputi seputar Taman Fatahilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sub Dinas Pengawasan Bangunan cagar Budaya Disbumus DKI Jakarta, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Candrian Attahiyat&lt;/span&gt;, di Jakarta, Rabu, memaparkan penerapan semi pedesterian itu untuk mendorong minat masyarakat mengembangkan budaya berjalan kaki sekaligus mendorong pengendara kendaraan bermotor tidak memacu kendaraannya dalam kecepatan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pengguna kendaraan bermotor akan dirangsang untuk berjalan pelan karena luas jalan dirancang tidak terlalu lebar," &lt;/span&gt;katanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kawasan semi pedesterian di Kota Tua meliputi Jalan Pintu Besar Utara, selasar di depan Cafe Batavia yang berseberangan langsung dengan Museum Sejarah Jakarta dan jalan di depan Museum Keramik, Kali Besar Barat dan Kali Besar Timur juga akan dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aurora Frida Tambunan&lt;/span&gt;, mengatakan sebagai upaya untuk mengorganisir revitalisasi Kota Tua maka akan dibentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pembentukan UPT Kota Tua merupakan rekomendasi pertemuan Pacific Rim Council on Urban Development (PRCUD). Lembaga tersebut menilai pembentuk badan tersendiri diperlukan untuk mengerjakan revitalisasi kota tua secara terfokus,"&lt;/span&gt; katanya.&lt;br /&gt;Ia menambahkan tugas UPT tersebut adalah mengelola, melakukan penataan, melaksanakan konservasi, memonitor, mengendalikan serta mensosialisasikan kawasan kota tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aurora juga memaparkan Taman Museum Fatahillah pada September 2007 rencananya sudah selesai penataannya menjadi pelataran. Pelataran Taman Fatahillah akan diganti dengan batu abdesit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Biaya pemugaran pelataran tersebut sebesar Rp19 miliar. Setelah menyelesaikan Taman Fatahillah, pembenahan berlanjut hingga kawasan Pancoran dan menembus ke Jalan Kali Besar. Sedangkan pengerjaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum,"&lt;/span&gt; katanya.&lt;br /&gt;Sumber: Antara | Penulis: jodhi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-1838065997062499499?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/1838065997062499499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=1838065997062499499&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/1838065997062499499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/1838065997062499499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/06/selesai-2009.html' title='Selesai 2009'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs581n7E7YI/AAAAAAAAArU/9M5YC0prU3k/s72-c/Kotatua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-6499296313323837954</id><published>2007-05-31T23:57:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T23:59:08.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><title type='text'>Kota Masa Depan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kota Tua Jakarta Harus Jadi Kota Masa Depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, &lt;a href="https://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/31/metro/3568884.htm"&gt;kompas &lt;/a&gt;- Kota Tua harus menjadi denyut kehidupan warga Jakarta yang menghargai masa lalu, tetapi juga siap menghadapi masa depan. Demikian salah satu kesimpulan yang disampaikan pada akhir acara diskusi Revitalisasi Kota Tua Jakarta, Rabu (30/5).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami mengakui nilai historis dan kultural Kota Tua sebagai warisan yang unik di Asia, serta nilainya sebagai aset ekonomi," &lt;/span&gt;kata Presiden Pacific Rim Council on Urban Development (PRCUD) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cor Dijkgraaf&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir kesimpulan terakhir dari kegiatan diskusi selama tiga hari itu adalah daerah di sekitar Taman Fatahillah merupakan jalan masuk strategis dalam usaha merenovasi seluruh Kota Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merangkum kesimpulan dalam tiga butir visi yang disepakati sekitar 50 peserta diskusi internasional itu, Dijkgraaf menjabarkan sejumlah strategi untuk memulihkan interaksi harmonis di antara berbagai sektor sosial dan ekonomi di Kota Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan peran Kota Tua, misalnya, diusulkan agar menyewakan gedung-gedung milik pemerintah kepada lembaga pendidikan tinggi serta pengusaha toko dan restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Milik pihak lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Kepala Dinas Kebudayaan dan dan Permuseuman DKI Jakarta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aurora Tambunan&lt;/span&gt; menyatakan, salah satu kendala yang dihadapi dalam usaha revitalisasi Kota Tua adalah kenyataan bahwa sebagian besar bangunan di sana bukan milik pemerintah provinsi (pemprov).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan-bangunan itu kebanyakan dikuasai pihak lain, sehingga Pemprov DKI tak punya hak untuk ikut mengatur pengelolaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pemprov DKI hanya memiliki Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, serta Museum Seni Rupa dan Keramik,"&lt;/span&gt; kata Aurora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato penutupan yang disampaikan mewakili Sekretaris Daerah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ritola Tasmaya&lt;/span&gt;, Aurora Tambunan tetap menyatakan terima kasih kepada PRCUD yang memberikan berbagai masukan berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRCUD adalah organisasi internasional dari para pakar perencanaan kota berbagai bangsa. Organisasi nirlaba ini telah berperan sebagai konsultan program revitalisasi kota tua di berbagai negara lain, termasuk Vancouver (Kanada), San Fransisco (AS), dan Malacca (Malaysia). (muk)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-6499296313323837954?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/6499296313323837954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=6499296313323837954&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6499296313323837954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6499296313323837954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/05/kota-masa-depan.html' title='Kota Masa Depan'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-1040126688925214428</id><published>2007-05-11T19:04:00.001-07:00</published><updated>2007-08-17T02:58:01.758-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abroad'/><title type='text'>Seandainya Seramah Singapura</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seandainya Jalur Pedestrian Jakarta Seramah Singapura &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Caesar Alexey - &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/11/sorotan/3524300.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUIT37E6xI/AAAAAAAAAmg/eNKFzs26Who/s1600-h/orchad-rd3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUIT37E6xI/AAAAAAAAAmg/eNKFzs26Who/s200/orchad-rd3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099491290589227794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ratusan orang terus berjalan lalu lalang dengan santai meskipun matahari bersinar terik di atas Jalan Orchard pada pukul 13.00 waktu Singapura atau 12.00 WIB. Teduhnya lindungan bayang-bayang pohon-pohon trembesi yang berbentuk seperti payung dan udara dingin yang tersembur keluar dari pertokoan membuat panasnya udara tidak terlalu terasa.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jalur pedestrian atau tempat berjalan kaki di Jalan Orchard dan jalan-jalan lain di Singapura menyatu dengan teras dari pertokoan, mal, atau hotel. Tidak ada pagar pembatas yang menghalangi masyarakat bukan pembeli untuk sekadar lewat atau menonton pajangan barang-barang di dalam toko. Semuanya bebas melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUGRH7E6wI/AAAAAAAAAmY/GsysYpK416E/s1600-h/orchad+rd2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUGRH7E6wI/AAAAAAAAAmY/GsysYpK416E/s200/orchad+rd2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099489044321331970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bentuk jalur pedestrian yang ada sangat bersahabat bagi pejalan kaki dan penyandang cacat. Ketinggian antara jalan raya dan jalur pedestrian hanya sekitar dua sampai tiga sentimeter sehingga para pejalan kaki dan penyandang cacat tidak perlu bersusah payah naik dari jalan raya ke jalur pedestrian atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Sangat memanusiakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lebar jalur pedestrian dari dinding pertokoan sampai ke jalan mencapai 10 meter sampai 50 meter sehingga tidak pernah menjadi terlalu sempit sampai orang harus turun ke jalan karena jalanan tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat berjalan kaki juga tidak disesaki oleh para pedagang kaki lima, gerobak rokok, atau sampah. Jalur pedestrian benar-benar milik para pejalan kaki. Tidak ada sepeda motor yang berani melewati jalur pedestrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUIvX7E6yI/AAAAAAAAAmo/j80qtS9prvI/s1600-h/orchad-rd4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUIvX7E6yI/AAAAAAAAAmo/j80qtS9prvI/s200/orchad-rd4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099491763035630370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sekitar Lucky Plaza terdapat beberapa pedagang yang menggelar dagangannya sedikit keluar toko sehingga terbentuk ruang pedestrian, antara bagian toko utama dan pajangan dagangan. Beberapa pedagang kecil juga membuka semacam counter untuk berjualan minuman jus, aksesori, cendera mata, dan es krim. Namun, penggunaan ruang pedagang kecil sangat teratur dan tidak melebihi batas sehingga ruang bagi para pejalan kaki masih tersisa banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu udara yang tidak terlalu panas membuat para pejalan kaki tidak mudah lelah. Masyarakat asli Singapura biasanya sering berjalan dengan cepat. Frekuensi langkah kaki mereka dua kali dari para pendatang yang sukanya berjalan pelan sambil melihat-lihat barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika lelah setelah berjalan, Pemerintah Singapura menyediakan banyak kursi di perbatasan antara jalan dan jalur pedestrian. Sambil duduk, para pejalan kaki biasanya sambil minum jus atau merokok. Merokok di tempat terbuka umum menjadi pilihan utama para perokok karena di dalam gedung tidak diizinkan merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;"Pemerintah memang sengaja membuat semua jalur pedestrian menjadi nyaman dan bersahabat agar masyarakat lebih memilih berjalan kaki daripada naik kendaraan. Selain itu, dengan berjalan kaki, turis akan berbelanja lebih banyak karena memiliki kesempatan lebih dekat dengan etalase pertokoan,"&lt;/span&gt; kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nuraini&lt;/span&gt;, salah satu pejabat di Kementerian Informasi, Komunikasi, dan Seni Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aman dan bersih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUJjn7E6zI/AAAAAAAAAmw/mL5iTOGEdhc/s1600-h/orchad+rd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUJjn7E6zI/AAAAAAAAAmw/mL5iTOGEdhc/s200/orchad+rd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099492660683795250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi yang nyaman seperti itu dapat ditemui hampir di semua jalan di Singapura. Selain nyaman, Singapura juga merupakan kota yang aman. Angka pencurian, penjambretan, dan pelecehan seksual di jalanan nyaris tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejalan kaki dapat melenggang dengan santai. Tidak ada pejalan kaki yang memasang tas ransel di depan untuk menghindari pencopet. Tidak ada pula yang sering memeriksa kantong celana untuk meyakinkan diri dompet masih pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjaminnya keamanan dan nyaris tidak adanya pemuda "iseng" di jalur pedestrian Singapura membuat banyak gadis tidak canggung-canggung untuk memakai baju yang agak terbuka atau rok supermini. Pakaian-pakaian kasual dan resmi hasil rancangan para perancang busana pun banyak dipakai para gadis tanpa ada orang yang bersiul atau memelototi atau memberi gangguan psikologis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat jam berangkat dan pulang kerja, jalur pedestrian menjadi semacam panggung peragaan busana skala besar. Kondisi yang membuat bisnis busana berkembang pesat di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;"Kami merasa aman dan nyaman berjalan di jalur pedestrian, bahkan di malam hari. Rasa aman dan nyaman itu yang membuat kami tidak ragu untuk berpakaian modis dan terkadang seksi,"&lt;/span&gt; kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diana Lie&lt;/span&gt;, warga Singapura yang ditemui di Jalan Stamford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju ke tempat- tempat yang diinginkan, para pejalan kaki dimanjakan dengan berbagai petunjuk arah dan fasilitas penyeberangan. Hampir tidak ada jembatan penyeberangan orang yang tinggi dan melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-1040126688925214428?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/1040126688925214428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=1040126688925214428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/1040126688925214428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/1040126688925214428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/05/seandainya-seramah-singapura.html' title='Seandainya Seramah Singapura'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUIT37E6xI/AAAAAAAAAmg/eNKFzs26Who/s72-c/orchad-rd3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-6264973731446138266</id><published>2007-04-29T11:54:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T23:52:40.851-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opinion'/><title type='text'>Dilarang Lewat (Kecuali Trotoar)</title><content type='html'>SOLILOKUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUB4X7E6sI/AAAAAAAAAl4/eGIk9CycG1M/s1600-h/3037930-Pedestrian_street_with_shops_cafes_restaurants-Frankfurt_am_Main.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUB4X7E6sI/AAAAAAAAAl4/eGIk9CycG1M/s200/3037930-Pedestrian_street_with_shops_cafes_restaurants-Frankfurt_am_Main.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099484221073058498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=291276&amp;kat_id=306"&gt;Republika &lt;/a&gt;- Seharusnya, kita tak perlu menunggu sopir, pedagang kaki lima, pengendara sepeda motor, pejabat Dinas Pertamanan, dan pejabat Dinas Perhubungan menuntut pelebaran trotoar. Kita sudah tahu, bahwa lebar trotoar di Jakarta tak lagi menampung pohon yang hendak di tanam, tak lagi cukup untuk tiang dan tangga jembatan penyeberangan, tak lagi nyaman dilewati sepeda motor, tak lagi cukup untuk tempat parkir mobil, dan tak lagi cukup untuk berjualan para pedagang kaki lima.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, untuk mendapatkan trotoar yang lebar, kita tak perlu menunggu mereka menuntut pelebaran trotoar. Karena, mereka tak bakal melakukannya. Kita sendiri yang harus menuntutnya, agar kita memiliki trotoar yang lebar dan nyaman dilalui, sehingga kita tak perlu berteriak ke anak-anak kita, ''Awas mobil!'' Kita perlu menuntutnya agar anak-anak kita tak melompat ketakutan karena ada mobil. Dan kita harus menuntutnya agar kita tidak merasa biasa-biasa saja melihat anak kita melihat mobil seperti halnya melihat serigala. ''Mobil bagi anak sekarang seperti serigala bagi anak di Abad pertengahan,'' ujar mantan wali kota Bogota, Enrique Penalosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh dari Bogota, Penalosa membawa pesan yang bisa menggerahkan Pemprov DKI dan pemakai kendaraan pribadi. Ia mengusulkan agar Jakarta segera menyediakan jalur untuk pejalan kaki dan pemakai sepeda, menyusul dibangunnya jalur untuk bus (busway). Ia menyebut, Bogota menyediakan jalur khusus pejalan kaki dan pemakai sepeda lebih lebar daripada jalur kendaraan pribadi. Dengan cara ini, orang dipaksa mengandangkan kendaraan pribadinya. Jika ini diterapkan di Jakarta, para pemakai kendaraan pribadi itu diharapkan berganti menggunakan bus transjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, Pemprov DKI menjawab usulan ini dengan kamasygulan, karena tak ada lagi lahan untuk jalur pejalan kaki dan pemakai sepeda. Melihat kemacetan di Jakarta yang tak juga reda, anggota DPRD DKI bahkan telah mengusulkan anggaran untuk pelebaran jalur kendaraan pribadi, setelah sebagian jalurnya 'disabot' untuk jalur transjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembijak di Pemprov DKI tentu telah memahami karakter penghuni Jakarta yang enggan berjalan kaki. Lihat saja, jarak 50 meter saja harus ditempuh dengan naik bus, yang siap sedia kita minta turun di mana saja kalau kita hendak naik. Masak, orang enggan berjalan kaki dipaksa berjalan kaki. Mereka lupa, bahwa mereka pernah mempunyai bayi, yang dengan sangat antusias mereka ajari berjalan kaki. Ketika bayinya berusia dua tahun, tapi belum bisa berjalan kaki, betapa bingungnya mereka. Kayak-nya, belum ada deh, orang tua yang sangat antusias mengajari bayinya mengendarai mobil pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembijak di Pemprov DKI itu lupa rupanya, bahwa kita malas berjalan kaki lantaran mereka tak menyediakan trotoar untuk kita. Maka, kalaupun terpaksa harus berjalan kaki lantaran bus penuh semua, yang dipilih adalah berjalan kaki di sisi trotoar. Apesnya, berjalan di sisi trotoar pun sekarang nggak nyaman, karena sisi trotoar telah diberikan kepada pengendara sepeda motor lewat peraturan 'wajib jalur kiri'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun busway, Pemprov DKI telah bersusah payah melihat program busway di Bogota. Tentu, tak ada salahnya tetap menerima usulan mantan wali kota Bogota itu yang rela berkunjung ke sini. Bogota berani menolak bantuan 10 miliar dolar AS dari JICA untuk proyek jalan raya. Mereka memilih mempunyai jalan raya yang sempit, sehingga memaksa pemilik kendaraan pribadi menggunakan angkutan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Jika ada banyak ruang untuk mobil, akan ada lebih banyak mobil. Jika ada lebih sedikit ruang untuk mobil, akan ada lebih sedikit mobil. Zurich adalah kota terkaya di Eropa, tapi 60 persen penduduknya menggunakan angkutan umum setiap hari dan 20 persen berjalan kaki atau bersepeda. Manhattan, mungkin merupakan kota terkaya di dunia. Tapi, lebih dari 90 persen penduduknya tidak memiliki mobil. Mereka menggunakan angkutan umum. Dan jika mereka ingin pergi berakhir minggu ke pantai atau perdesaan, mereka menyewa mobil,'' tutur Penalosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun menegaskan bahwa di kota yang sungguh-sungguh maju, orang kaya dan miskin terintegrasi di banyak lokasi kegiatan: transportasi, trotoar, jalur sepeda, perpustakaan, taman, dan kegiatan budaya. Trotoar yang lebar dan nyaman dipercaya dapat memanusiakan manusia. Menempatkan manusia dari berbagai kelas menjadi merasa satu kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyediakan jalur khusus untuk pejalan kaki dan pengendera sepeda berarti harus berani kehilangan lagi ruas jalan untuk mobil pribadi. Jika Pemprov DKI berani menyediakan fasilitas ini, saya sungguh berharap, nantinya, di atas trotoar dipasangi rambu lalu lintas strip putih di lingkaran warna merah, yang berarti dilarang lewat. Di bawahnya lantas diberi peringatan 'kecuali trotoar'. Biar hanya trotoar yang boleh melintas di trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau bersikap tegas, seharusnya, petugas tidak hanya menilang pengendara mobil pribadi dan pengendara sepeda motor lantaran melintas di busway. Pramudi bus transjakarta pun seharusnya juga ditilang, karena rambu-rambu yang dipasang di sepanjang busway menegaskan, bahwa busway khusus untuk busway, bukan untuk bus transjakarta. Bacalah: rambu-rambu strip putih di lingkaran merah, di bawahnya tertulis 'kecuali busway', bukan 'kecuali bus transjakarta'.&lt;br /&gt;proe12@republika.co.id&lt;br /&gt;(Priyantono Oemar )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-6264973731446138266?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/6264973731446138266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=6264973731446138266&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6264973731446138266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6264973731446138266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/04/dilarang-lewat-kecuali-trotoar.html' title='Dilarang Lewat (Kecuali Trotoar)'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUB4X7E6sI/AAAAAAAAAl4/eGIk9CycG1M/s72-c/3037930-Pedestrian_street_with_shops_cafes_restaurants-Frankfurt_am_Main.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-4220340300279957442</id><published>2007-04-25T01:21:00.000-07:00</published><updated>2007-08-17T02:10:00.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abroad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sidewalk'/><title type='text'>Bangun Pedestrian dan Jalur Sepeda</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harus diubah budaya menggunakan mobil menjadi sepeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVh6n7E7HI/AAAAAAAAApQ/hLapPt247nE/s1600-h/bogota1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVh6n7E7HI/AAAAAAAAApQ/hLapPt247nE/s320/bogota1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099589812844031090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=290767&amp;kat_id=286"&gt;Republika Online&lt;/a&gt; | &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mantan wali kota Bogota, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Enrique Peñalosa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta membangun jalur untuk pejalan kaki (pedestrian). Dia juga menyarankan pembangunan jalur khusus bagi pengguna sepeda yang menyeluruh di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peñalosa yang berkunjung ke Jakarta, Selasa (24/4), memaparkan kisah sukses kotanya mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik. Keberhasilan itu merupakan kombinasi antara pembangunan pola transportasi makro yang implementatif serta fasilitas penunjang seperti pedestrian dan jalur sepeda. Menurut dia, kota dengan infrastruktur bagi pejalan kaki dan jalur khusus untuk pengguna sepeda dinilai memanusiawikan seluruh lapisan penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari awal Peñalosa menyakini kualitas hidup warga Bogota akan membaik dengan pedestrian dan jalur sepeda sepanjang 50 kilometer yang dekat dengan rumah. Tersedianya ruang bagi pejalan kaki dan bersepeda malah dapat menjadi penyedia kesenangan dan kenangan bagi warga kota. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Termasuk turis,"&lt;/span&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bogota, contohnya, pembangunan pedestrian dan sepeda telah mengubah kondisi transportasi di Ibu Kota Kolombia itu. Di sana, jalan untuk mobil hanya dua jalur, sedangkan jalur untuk pejalan jalan kaki dan sepeda lebarnya tiga kali lebar jalan untuk mobil [&lt;span style="font-size:85%;"&gt;lihat foto atas&lt;/span&gt;]. Akibatnya, warga Bogota memilih untuk menggunakan kendaraan umum. Kondisi lalu lintas jadi lebih lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsViMn7E7II/AAAAAAAAApY/OKWQtUTLXgU/s1600-h/bogota3a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsViMn7E7II/AAAAAAAAApY/OKWQtUTLXgU/s200/bogota3a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099590122081676418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVieH7E7JI/AAAAAAAAApg/DBQ1FjyaWxc/s1600-h/bogota3b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVieH7E7JI/AAAAAAAAApg/DBQ1FjyaWxc/s200/bogota3b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099590422729387154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Padahal, sebelumnya kemacetan terjadi karena banyaknya warga yang menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Mobil kemudian diparkir di pinggir jalan, layaknya praktik yang masih terlihat sampai sekarang di jalanan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor cuaca Jakarta yang panas tidak bisa menjadi halangan untuk tidak dibangunnya jalur sepeda. Bagi Peñalosa, masalahnya bukan cuaca yang terik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tapi harus diubah budaya menggunakan mobil menjadi sepeda,''&lt;/span&gt; kata penggagas busway di Bogota yang modelnya kemudian ditiru Jakarta. Saat ini Jakarta sudah memiliki tujuh koridor busway. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waktunya kini untuk membangun jalur khusus pejalan kaki dan sepeda,&lt;/span&gt;" ujarnya. Karena pembangunan fasilitas tersebut akan mendorong warga untuk menggunakan busway. [&lt;span style="font-size:85%;"&gt;foto kiri: sebelum era &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peñalosa; foto kanan: sesudah ditata&lt;/span&gt;] &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usul Peñalosa sayangnya tidak ditanggapi dengan semangat yang sama oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nurachman&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;''Sangat sulit untuk diaplikasikan. Perlu kajian lebih lanjut,''&lt;/span&gt; kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVj837E7LI/AAAAAAAAApw/Lerrl0lv2Rs/s1600-h/bogota5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVj837E7LI/AAAAAAAAApw/Lerrl0lv2Rs/s320/bogota5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099592050521992370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kendala untuk membangun jalur sepeda di Jakarta adalah tidak adanya lokasi yang tepat. Dia mengatakan Pemprov DKI kesulitan mencari lokasi untuk membangun jalur sepeda. Setidaknya dia melihat jalur sepeda paling mungkin dibangun sepanjang Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kalau di sepanjang Sudirman-Thamrin sudah dibangun pedestrian, tidak tahu apa tepat kalau dibangun juga jalur sepeda,"&lt;/span&gt; tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar Transportasi UI, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Darmaningtyas&lt;/span&gt;, mengatakan sudah saatnya dibangun pedestrian dan jalur sepeda di Jakarta. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;''Ini bukan masalah tidak adanya lokasi. Tapi saat ini belum ada kemauan politik untuk membangun jaringan jalur sepeda,'' &lt;/span&gt;kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Darmaningtyas ada beberapa ruas jalan yang bisa dibangun jalur khusus sepeda seperti di Sudirman-Thamrin sampai ke kawasan Kota, Salemba, Jalan Gatot Subroto, dan Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikhtisar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Pemprov DKI disarankan untuk membangun pedestrian dan jalur khusus sepeda.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Ini sebagai upaya mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(ind )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto-foto: &lt;a href="http://www.laneta.apc.org/bicitekas/proyectobogota/penalosa.html"&gt;SOCIAL AND ENVIROMENTAL SUSTAINABILITY IN CITIES&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.laneta.apc.org/bicitekas/proyectobogota/penalosa.html"&gt;.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-4220340300279957442?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/4220340300279957442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=4220340300279957442&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/4220340300279957442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/4220340300279957442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/04/bangun-pedestrian-dan-jalur-sepeda.html' title='Bangun Pedestrian dan Jalur Sepeda'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVh6n7E7HI/AAAAAAAAApQ/hLapPt247nE/s72-c/bogota1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-8412749557346564051</id><published>2007-01-21T00:36:00.000-08:00</published><updated>2007-08-17T01:20:22.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sidewalk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thamrin'/><title type='text'>Jalan Kaki di Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVUp37E7FI/AAAAAAAAApA/j-KwakhGRZs/s1600-h/trotoar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVUp37E7FI/AAAAAAAAApA/j-KwakhGRZs/s320/trotoar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099575231430061138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=280332&amp;kat_id=306&amp;amp;kat_id1=&amp;kat_id2="&gt;Republika Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; | Sebuah pesan pendek yang masuk ke telepon selular (ponsel) saya, mengingatkan saya pada protes kecil yang pernah saya lontarkan pada Wakil Wali Kota Bandung pada pertengahan 1990-an. Saat itu, saya mengeluhkan susahnya menemukan trotoar yang nyaman untuk berjalan. Trotoar di Bandung yang dibuat lebih tinggi dari badan jalan dan tak dibuat landai di depan pintu masuk gedung, membuat pejalan sengsara. [foto: &lt;a href="http://fajran.web.id"&gt;iang&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jangankan ibu-ibu hamil, pejalan kaki laki-laki saja merasa tak nyaman dengan berjalan turun naik di trotoar. Baru berjalan sebentar, ketemu pintu masuk ke sebuah gedung, pejalan diminta menurunkan dan menaikkan kaki seperti saat turun satu anak tangga atau naik satu anak tangga. Itu menandakan pembuat trotoar lebih mengutamakan pengendara mobil daripada pejalan kaki. Saya tak mendapat jawaban yang memuaskan dari Wakil Wali Kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama dari perjumpaan dengan Wakil Wali Kota itu, saya bertemu dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr Danisworo&lt;/span&gt;, guru besar tata kota Institut Teknologi Bandung. Saya mengeluhkan hal serupa. Prof Danis lantas bercerita soal proyek percontohan di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jl Thamrin-Sudirman&lt;/span&gt;, Jakarta. Di ruas Thamrin-Sudirman akan disediakan pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki. Setiap sampai di depan pintu masuk gedung, trotoar akan dibuat landai. Dan itu yang sekarang tersedia di ruas Thamrin-Sudirman, cuma, ada beberapa ruas yang tetap dibiarkan seperti anak tangga, sehingga membuat pejalan naik-turun. Di setiap persimpangan, ujung trotoar belum dibuat landai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengiyakan protes kecil teman saya lewat pesan pendek ponsel itu. Ia tak hanya mempersoalkan trotoar yang sempit, tapi juga mempersoalkan banyaknya gangguan di trotoar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;''Gue biasa jalan dengan ritme cepat, nggak tengok kanan-kiri, karena butuh cepat sampai tujuan. Jadi, terganggu banget kalo sepanjang trotoar isinya warteg dan motor ojek,''&lt;/span&gt; tulis dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu, saya sempat iseng mencatat gangguan di trotoar sepanjang 100 meter perjalanan di Jl Warung Buncit. Di situ saya bertemu dengan papan bertuliskan beragam harga vocer pulsa di depan toko. Barisan motor para tukang ojek jangan tanya lagi. Ada pula bangku di dekat warung rokok, terus ada mesin pompa penambah udara di tambal ban pinggir jalan. Ada pula pot bunga, pohon-pohon, wah banyak memenuhi trotoar yang lebarnya hanya satu meter itu. Belum lagi soal lubang-lubang. Pokoknya membuat pejalan kaki tak bisa nyaman berjalan di trotoar. Ketidaknyamanan semakin terasa ketika pengendara sepeda motor diwajibkan melaju di sebelah kiri. Tak mungkin berjalan di trotoar, maka pejalan kaki mengambil sisi badan jalan terluar, dan sekarang, karenanya harus berhadapan dengan pengendara sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin memaksa pejalan kaki menyeberang lewat jembatan penyeberangan (ah, di jembatan penyebarangan pun banyak pedagang kaki limanya), jika untuk menuju ke jembatan penyeberangan saja tak ada trotoar yang nyaman? Berjalan menuju ke jembatan penyeberangan sama berisikonya menyeberang di sebarang ruas jalan di tengah arus deras kendaraan yang melintas. Tapi, pemda rajin membuat pagar pembatas di median jalan, tanpa menyediakan trotoar yang lebar dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beroperasinya tujuh koridor bus Transjakarta akan menambah jumlah pejalan kaki di Ibu Kota.&lt;br /&gt;Tapi, pernahkah Gubernur DKI naik Transjakarta dengan cara yang ditempuh warga biasa: menyusuri trotoar dulu kemudian naik ke jembatan penyeberangan untuk mencapai halte, kemudian turun di halte lain, lantas turun dari jembatan penyeberangan dan berjalan di trotoar untuk mencapai alamat tujuan?&lt;br /&gt;Pernahkah merasakan bagaimana waswasnya mencapai jembatan penyeberangan karena tiadanya trotoar?&lt;br /&gt;Pernahkah pula merasakan gusarnya keluar dari jembatan penyeberangan menuju ke alamat tujuan, karena trotoar di dekat jembatan penyeberangan habis terpakai tiang jembatan?&lt;br /&gt;Pernahkah Gubernur menyeberang jalan di zebra cross dan harus berhenti di median jalan yang sempit menunggu kendaraan dari arah berlawanan terkena lampu merah, sehingga pejalan bisa meneruskan menyeberang jalan?&lt;br /&gt;Menyeberang jalan di Jakarta bukanlah urusan yang mudah jika dilakukan bersama-sama banyak orang, karena harus berebut tempat berdiri di ruas trotoar yang sempit atau median jalan yang sangat sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepantasnyalah, jika tujuh koridor Transjakarta telah dioperasikan, pejalan kaki dibuatkan tempat penyeberangan yang nyaman.&lt;br /&gt;Anehnya, pengoperasian Transjakarta bukannya dibarengi dengan pelarangan penggunakan mobil pribadi, melainkan pelarangan pemakaian sepeda motor. Sejak mula memang kelihatan niat buruk itu. Jalur Transjakarta dibuat, tapi ruas jalan dilebarkan pula, maksudnya tentu untuk menampung kendaraan pribadi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;''Kita dipaksa disiplin. Bukan diminta belajar menghargai peraturan dan kemudian rela untuk disiplin,'' &lt;/span&gt;tulis teman saya tadi lewat pesan pendek di ponsel. '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Pengambil kebijakan udah lupa rasanya naik bus, terus jalan kaki sampai pegel,'' &lt;/span&gt;tulis teman saya itu selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya memikirkan, dengan kondisi ini, perlu disediakan banyak tempat pijat refleksi yang murah meriah untuk para pejalan kaki. Bukannya memperbanyak tempat 'pijat plus-plus' yang sering dikunjungi pria-pria bermobil, yang tak bakal merasa capek akibat berjalan kaki.&lt;br /&gt;[&lt;a href="mailto:proe12@republika.co.id"&gt;Priyantono Oemar&lt;/a&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;proe12@republika.co.id]&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-8412749557346564051?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/8412749557346564051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=8412749557346564051&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8412749557346564051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8412749557346564051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/01/jalan-kaki-di-jakarta.html' title='Jalan Kaki di Jakarta'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsVUp37E7FI/AAAAAAAAApA/j-KwakhGRZs/s72-c/trotoar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-6582526452332053901</id><published>2006-09-14T23:08:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T23:30:50.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='city'/><title type='text'>Asemka-Kalbesar Barat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalan Asemka Akan Ditertibkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs56937E7XI/AAAAAAAAArM/yf6GJdubGRs/s1600-h/asemka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs56937E7XI/AAAAAAAAArM/yf6GJdubGRs/s320/asemka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102150631259696498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta, &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/14/metro/2953660.htm"&gt;Kompas &lt;/a&gt;- Menyusul dimulainya penataan kawasan Glodok-Pancoran sejak Agustus lalu, Pemerintah Kota Jakarta Barat akan melanjutkan dengan menata Jalan Asemka hingga Kali Besar Barat. Dengan demikian, kelak akan ada jalan dua arah yang menghubungkan kawasan Glodok hingga Kali Besar Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Penataan ini merupakan bagian dari revitalisasi kawasan Kota Tua sehingga tempat itu kembali menarik bagi wisatawan,"&lt;/span&gt; kata Wali Kota Jakarta Barat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fadjar Panjaitan&lt;/span&gt;, Rabu (13/9&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penataan Jalan Asemka dan Kali Besar Barat sepanjang sekitar 300 meter akan dimulai bulan November dengan memindahkan sekitar 90 pedagang kaki lima (PKL). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ini memang belum resmi disosialisasikan ke pedagang. Yang jelas, mereka akan dipindah ke sejumlah pasar di Jakarta dengan mendapat beberapa kemudahan. Misalnya dibebaskan dari iuran selama enam atau sembilan bulan,"&lt;/span&gt; papar Panjaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah PKL dipindahkan, pada tahun 2007 penataan akan dilanjutkan dengan membuat jalan dan pedestrian di Jalan Asemka dan Kali Besar Barat. Jalan ini masing-masing lebarnya 7 meter dan di tengahnya ada pedestrian dengan lebar 3 meter.&lt;br /&gt;Penataan ini, menurut Panjaitan, akan membuat kawasan Glodok hingga Kali Besar Barat sama seperti sebelum tahun 1997. Sebelum tahun 1997, kawasan itu memang tertata rapi. Namun, untuk mengurangi dampak krisis ekonomi dan terutama pascakerusuhan Mei 1998, PKL lalu diizinkan menempati kawasan itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sekarang sudah delapan tahun. Jadi wajar jika kawasan itu kembali ditertibkan,"&lt;/span&gt; ucapnya. (NWO)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-6582526452332053901?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/6582526452332053901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=6582526452332053901&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6582526452332053901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6582526452332053901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2006/09/asemka-kalbesar-barat.html' title='Asemka-Kalbesar Barat'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs56937E7XI/AAAAAAAAArM/yf6GJdubGRs/s72-c/asemka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-6671812498216472803</id><published>2006-06-24T23:48:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T23:56:21.725-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><title type='text'>Menghidupkan Kota Tua</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalan Lingkar untuk Menghidupkan Kota Tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iwan Santosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacetan lalu lintas selalu terjadi di sekitar Pancoran, Glodok, dan Stasiun Beos sehingga menghambat upaya pengembangan Kota Tua Jakarta.&lt;br /&gt;Sebetulnya ada alternatif pembuatan jalur lingkar di sekitar Kota Tua sehingga tidak perlu terjadi kemacetan di kawasan yang berintikan wilayah Glodok-Pancoran-Beos-Museum Fatahillah-Pekojan itu hingga ke Pelabuhan Sunda Kelapa cikal bakal Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengamat Kota Tua, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rai Pratadaya&lt;/span&gt;, dalam seminar "Menggali Potensi Wisata Kota Toea", Kamis (15/6), menjelaskan, pengembangan kawasan Kota Tua memerlukan kelancaran lalu lintas sebagai prasyarat mutlak.&lt;br /&gt;Sekeliling kawasan Kota Tua sebetulnya memiliki jalur lingkar yang dapat mengatasi persoalan bottle neck di Pancoran, Glodok, Pinangsia, dan Stasiun Beos yang selama ini mengakibatkan wilayah tersebut tidak berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur lingkar sebagaimana diajukan dalam Perencanaan Kawasan Wisata Jakarta dalam buku Pariwisata Sebagai Citra Kualitas Pertumbuhan Kota tahun 2002 telah mengatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Lingkar tersebut berawal dari Pancoran masuk ke Pintu Kecil sebagai akses ke Kota Tua menyusur di Kali Besar Barat. Dari situ berbelok ke kanan melalui jalan penghubung Jalan Kampung Muka Timur ke Jalan Nelayan Barat yang berada di sisi selatan tol dalam kota. Kemudian dibangun jalan penghubung di Kampung Muka Timur yang dihubungkan jalan layang melintasi rel kereta api ke arah Jalan Pangeran Jayakarta," &lt;/span&gt;Rai menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dan sekitar jalan layang pengendara dapat memilih untuk melanjutkan perjalanan hingga bisa terus ke selatan masuk ke Mangga Dua atau Pangeran Jayakarta, kembali ke Plaza Glodok atau Pinangsia.&lt;br /&gt;Keberadaan jalur lingkar ini sangat mengurangi beban lalu lintas di Pintu Besar Selatan hingga kawasan Stasiun Beos. Berkurangnya kemacetan akan mendorong revitalisasi dan aktivitas ekonomi warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ini dibuktikan ketika sekitar 2.000 pedagang kaki lima di Jalan Pancoran direlokasi, warga pemilik pertokoan Pancoran spontan langsung memperbaiki lingkungan. Trotoar di sisi selatan diperbaiki secara swadaya. Warga juga merancang night street atau pasar malam seperti yang berlangsung puluhan tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs6A8X7E7ZI/AAAAAAAAArc/sJzNIi4sL4k/s1600-h/pasarmalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs6A8X7E7ZI/AAAAAAAAArc/sJzNIi4sL4k/s200/pasarmalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102157202559659410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kekhasan itu merupakan salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;living culture&lt;/span&gt; khas Kota Tua seperti kita bisa jumpai di Petaling Street, Kuala Lumpur, atau Night Market di Malaka, Malaysia. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jacky&lt;/span&gt;, Wakil Ketua Paguyuban Warga Kota Tua, mengatakan, warga sekitar Glodok- Pancoran dan Pinangsia sudah siap menyelenggarakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Night Street Market"&lt;/span&gt; seperti di masa lalu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami akan mulai dari sekitar Pinangsia-Plaza Glodok," &lt;/span&gt;katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar malam di Kota Tua merupakan salah satu daya tarik seperti di mancanegara. Pusat jajanan, pernak-pernik eksotis khas Pecinan, peramal, atraksi kungfu, hingga tukang urut dan penjual koyo merupakan salah satu brand sebuah Kota Tua.&lt;br /&gt;Namun untuk mencapai semua itu diperlukan pembenahan lalu lintas dan lingkungan secara keseluruhan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Aurora Tambunan&lt;/span&gt; juga mengajukan konsep senada, yakni membenahi lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum akhir tahun ini, setidaknya di Pintu Besar Utara dekat Museum Fatahillah akan dijadikan kawasan semi-pejalan kaki (pedestrian) sehingga memudahkan dan memanjakan pejalan kaki untuk bergerak di sekitar sub-kawasan Kota Tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Selama ini Kota Tua hanya menjadi lintasan dan bukan sebagai tujuan akhir. Pembangunan kawasan semi-pedestrian akan membuat orang nyaman bergerak di sekitar Kota Tua. Orang dapat bergerak bebas tanpa khawatir dilanggar mobil yang melaju seperti sekarang," &lt;/span&gt;kata Aurora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan ini memanjakan pejalan kaki sehingga mendorong kegiatan di Kota Tua semakin semarak. Kota Tua merupakan alternatif utama hiburan warga yang jenuh dengan mal dan tidak punya cukup waktu berlibur ke Puncak ataupun lokasi lain seperti Anyer atau Bandung. Namun untuk menghidupkan kembali Kota Tua perlu adanya aksesibilitas berupa kelancaran lalu lintas. | &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0606/24/metro/2752994.htm"&gt;KOMPAS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-6671812498216472803?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/6671812498216472803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=6671812498216472803&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6671812498216472803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6671812498216472803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2006/06/menghidupkan-kota-tua.html' title='Menghidupkan Kota Tua'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs6A8X7E7ZI/AAAAAAAAArc/sJzNIi4sL4k/s72-c/pasarmalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-3521066943690500451</id><published>2006-06-10T23:32:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T23:38:27.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tua'/><title type='text'>Program Prioritas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Revitalisasi Kota Tua Menjadi Program Prioritas Pemprov DKI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs581n7E7YI/AAAAAAAAArU/9M5YC0prU3k/s1600-h/Kotatua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs581n7E7YI/AAAAAAAAArU/9M5YC0prU3k/s200/Kotatua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102152688549031298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta, &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0606/10/metro/2723307.htm"&gt;Kompas &lt;/a&gt;- Rencana revitalisasi kota tua yang tertunda-tunda akhirnya menjadi program prioritas di penghujung masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya (akan menjadi prioritas unggulan). Kami sudah anggarkan, tetapi kami lebih menitikberatkan pada partisipasi masyarakat, pemilik gedung tua, dan pengusaha di sana," &lt;/span&gt;ujar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutiyoso, &lt;/span&gt;Jumat (9/6), ketika ditanya rencana Pemerintah Provinsi DKI menjadikan revitalisasi kota tua sebagai program prioritas.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sutiyoso, program revitalisasi kota tua akan dikoordinasi oleh Miranda Goeltom. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Untuk menata kota tua secara keseluruhan membutuhkan waktu yang lama. Khusus untuk tahun 2007, ada bagian yang diprioritaskan. Itu yang kami targetkan selesai pada tahun 2007,"&lt;/span&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ritola Tasmaya&lt;/span&gt; mengatakan, salah satu yang diprioritaskan pada tahun 2007 adalah pembangunan Plaza Fatahillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan, wilayah kota tua Jakarta, yang meliputi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taman Fatahillah, Stasiun Kota, kawasan Glodok, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa&lt;/span&gt;, akan ditata secara terpadu dan menjadi proyek unggulan DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan itu, lima kepala dinas membuat rancangan bersama menindaklanjuti upaya konservasi dan peningkatan nilai ekonomi kota tua. Selain bicara pelestarian, juga meningkatkan nilai dan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut sehingga memberi insentif kepada masyarakat setempat. Para kepala dinas yang terlibat adalah Kebudayaan dan Permuseuman, Tata Kota, Perhubungan, Pertamanan, serta Pariwisata (Kompas, 5/12/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membongkar jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aurora Tambunan&lt;/span&gt; menyatakan, untuk mewujudkan rencana Gubernur Sutiyoso, jalanan di kota tua, tepatnya di sekitar Museum Fatahillah, akan segera dibongkar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami melakukan traffic calming dengan mengganti jalan beton dengan batu andesit setebal 8-12 sentimeter yang mampu menyerap air sehingga ramah lingkungan,"&lt;/span&gt; kata Aurora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permukaan jalan yang bergelombang membuat kendaraan harus berjalan lambat sehingga kawasan tersebutmenjadi nyaman untuk pengunjung dan pejalan kaki. Selama ini sulit untuk melintasi jalan di kota tua karena kendaraan melaju kencang sehingga seolah-olah terjadi fragmentasi kawasan kota tua yang membuat orang enggan menjelajahi kawasan itu.&lt;br /&gt;Perombakan itu dimulai di Jalan Pintu Besar Utara sehingga memudahkan pergerakan pejalan kaki dari sekitar Museum Fatahillah ke Museum Wayang dan kawasan Kali Besar Timur. Proyek itu tidak bernilai besar dan akan selesai akhir tahun 2006.&lt;br /&gt;Perombakan itu akan mendorong kawasan kota tua menjadi semi-pedestrian di mana pejalan kaki betul-betul dimanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk kendaraan bermotor yang ingin melaju dapat berbelok ke arah Jalan Kali Besar dan menghindari kawasan sekitar Museum Fatahillah.&lt;br /&gt;Upaya itu, lanjut Aurora, ditujukan untuk membangun kepercayaan investor menanamkan modal di kota tua. Pemerintah dengan membangun prasarana terpadu tentu membuktikan komitmen untuk membangun kawasan itu.&lt;br /&gt;Selanjutnya, jaringan kabel pun akan dipindah dari permukaan ke bawah tanah di sekitar kota tua. Sistem yang digunakan adalah ducting dry and wet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revitalisasi kota tua dilakukan terpadu oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertamanan, serta instansi terkait.&lt;br /&gt;Setelah permukaan jalan dirombak, akan disusun heritage trail (tapak sejarah) di kawasan kota tua yang dirintis di sekitar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa, dan kawasan Kali Besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami akan memberikan panduan dan memberikan plakat informasi pada setiap bangunan tua di kawasan itu tentang tahun dibangun serta sejarah singkat," &lt;/span&gt;kata Aurora.&lt;br /&gt;Pengembangan Pecinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan pengembangan kawasan sekitar Museum Fatahillah, DKI juga akan merevitalisasi wilayah Kota di Pecinan Glodok-Pancoran serta Pinangsia. Aurora Tambunan menyatakan, pihaknya mendukung rencana warga sekitar yang tergabung dalam Paguyuban Kota Tua untuk menggelar pasar malam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kegiatan itu penting untuk mendorong aktivitas kawasan agar hidup seperti dulu. Kami berharap ini dapat berkembang menjadi event yang diunggulkan di Jakarta," &lt;/span&gt;katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Paguyuban Kota Tua &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jacky &lt;/span&gt;menyatakan, pihaknya siap menggelar kembali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Glodok Night Street"&lt;/span&gt; seperti di tahun 1950-an hingga 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Para pedagang setempat sudah siap menggelar pasar malam seperti di masa lalu. Ini merupakan kekhasan kawasan yang hilang. Kegiatan ini akan membangkitkan perekonomian masyarakat dan menambah penghasilan pemerintah agar dapat meningkatkan kualitas layanan publik di kota tua,"&lt;/span&gt; kata Jacky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal, kegiatan akan dimulai di sekitar Plaza Glodok dan Plaza Pinangsia. Para pedagang makanan khas Pecinan akan menggelar dagangan, dan para pedagang kecil akan memeriahkan pasar malam.&lt;br /&gt;Kegiatan itu juga mengacu pada keberhasilan Malaysia mengembangkan pasar malam di Pecinan. (ong/pin)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-3521066943690500451?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/3521066943690500451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=3521066943690500451&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3521066943690500451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3521066943690500451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2006/06/program-prioritas.html' title='Program Prioritas'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_7d4AZqR3azA/Rs581n7E7YI/AAAAAAAAArU/9M5YC0prU3k/s72-c/Kotatua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-3508379915713798522</id><published>2006-01-02T10:08:00.000-08:00</published><updated>2007-08-17T10:09:10.362-07:00</updated><title type='text'>Jakarta Pusat akan ditata</title><content type='html'>Pedestrian di Jakarta Pusat Akan Ditata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0601/02/jab09.html"&gt;Sinar Harapan&lt;/a&gt; - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat akan melakukan penambahan serta perbaikan ruang bagi pejalan kaki atau pedestrian. Hal itu dilakukan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki.&lt;br /&gt;Penegasan itu disampaikan Wali Kota Jakarta Pusat H Muhayat, pekan lalu. Menurutnya, Jakpus sudah saatnya melakukan penambahan ruas jalan bagi pejalan kaki karena banyak ruas jalan yang ada saat ini masih sangat kurang nyaman. Oleh karena itu, penambahan akan segera dimulai pada awal 2006. &lt;br /&gt;“Kita akan tambah lagi ruas jalan bagi pejalan kaki yang dimulai dari berbagai penjuru di wilayah Jakarta Pusat. Semuanya akan segera terwujud pada 2006. Wilayah kita merupakan jantung Ibu Kota, maka harus tercermin lewat penyediaan fasilitas publik yang memadai,” kata Muhayat.&lt;br /&gt;Ditemui terpisah, Sekretaris Kodya Jakarta Pusat Bambang Sugiono menyatakan penambahan maupun perbaikan pedestrian di wilayah Jakpus dengan memakai bahan bangunan yang berbeda dengan tahun sebelumnya. &lt;br /&gt;“Bila tahun sebelumnya memakai bahan conblok, pada tahun ini akan menggunkan bahan seperti yang dipakai untuk membangun pedestrian yang berada di Jalan Thamrin dan Sudirman,” jelasnya.&lt;br /&gt;Ditambahkan Bambang, dengan pembangunan tersebut, Jakarta Pusat akan lebih terlihat indah dan nyaman, sehingga predikat jantung Ibu Kota sesuai dengan kondisi wilayahnya. (satoto budi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-3508379915713798522?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/3508379915713798522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=3508379915713798522&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3508379915713798522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3508379915713798522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2006/01/jakarta-pusat-akan-ditata.html' title='Jakarta Pusat akan ditata'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-3503834187603128560</id><published>2005-07-04T10:09:00.000-07:00</published><updated>2007-08-17T10:10:38.837-07:00</updated><title type='text'>Pedestrian Matraman Raya</title><content type='html'>Proyek Pedestrian Matraman Raya Butuh Dana Rp 1 Miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/04/jab04.html"&gt;Sinar Harapan&lt;/a&gt; | Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur (Jaktim), kini tengah menggodok desain pedestrian yang layak dan sesuai untuk kawasan Matraman Raya. Proyek pembangunan fisik yang diperkirakan menghabiskan dana Rp 1 miliar ini akan dilaksanakan pada September tahun ini. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Kepala Suku Dinas Pertamanan Jaktim, Debora Rolina Sitompul, kepada SH, pekan lalu. Menurutnya, meski tidak bisa disamakan dengan yang sudah dibangun di Jalan MH. Thamrin, namun paling tidak pedestrian di sepanjang Jalan Matraman Raya hingga Otto Iskandardinata (Otista) diharapkan mampu memberi kenyamanan kepada para pejalan kaki. &lt;br /&gt;”Dengan membangun pedestrian, paling tidak kami sudah berupaya memberikan ruang tersendiri yang nyaman dan layak bagi para pejalan kaki di Jalan Matraman Raya,” ujarnya. &lt;br /&gt;Dijelaskan, proyek pembangunan pedestrian ini baru akan dilelang pelaksanaannya pada Agustus, fisiknya awal September dengan target penyelesaian akhir Desember 2005.&lt;br /&gt;Menurutnya, Matraman — yang berbatasan dengan Kramat Raya-Salemba yang baru ditata pedestriannya — merupakan pintu gerbang menuju Jaktim. Penataan itu berkaitan erat dengan rencana Pemkot Jaktim yang ingin menata segi tiga Jatinegara, dan karena kawasan ini adalah satu dari banyak kawasan unggulan di Jaktim yang belum tertata.&lt;br /&gt;”Obsesi saya, dan teman-teman di lingkungan Sudin Pertamanan adalah membangun pedestrian mulai dari Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jatinegara Timur, Otista, hingga pusat grosir Cililitan (PGC) dan stasiun I Gusti Ngurah Rai, Sentra Primer hingga kantor Wali Kota. Untuk sementara yang akan dilaksanakan adalah Matraman,” ujar Debora.&lt;br /&gt;Diakui, yang menjadi kendala serius pembangunan pedestrian ini adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang jumlahnya lumayan banyak dan bisa ditemui di sepanjang Jalan Matraman hingga Otista. &lt;br /&gt;Takutnya pedestrian itu nantinya akan dimanfaatkan oleh yang bukan berhak dalam hal ini PKL sebagai tempat berjualan. Padahal, pedestrian dibangun untuk memberi ruang pada pejalan kaki. ”Saya berharap pembangunan pedestrian ini ditindaklanjuti dengan ketegasan terhadap keberadaan PKL supaya tidak mubazir,” tegasnya.(sat)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-3503834187603128560?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/3503834187603128560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=3503834187603128560&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3503834187603128560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/3503834187603128560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2005/07/pedestrian-matraman-raya.html' title='Pedestrian Matraman Raya'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-6809933806378453247</id><published>2004-08-05T19:57:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T21:59:47.715-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thamrin'/><title type='text'>Pedestrian tanpa public expose</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Program Pedestrian Belum Jelas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUNGn7E61I/AAAAAAAAAnA/r8i0VmhYl1Y/s1600-h/pedestrianthamrin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUNGn7E61I/AAAAAAAAAnA/r8i0VmhYl1Y/s200/pedestrianthamrin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099496560514100050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta, &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/05/metro/1190807.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt; - Para pengelola dan pemilik gedung di Jalan Thamrin yang terkena proyek penataan trotoar (pedestrian) belum menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka menyatakan belum memperoleh kejelasan tentang program kawasan pejalan kaki yang direncanakan pemprov. Sebagian besar pengelola dan pemilik gedung mengusulkan rancangan sendiri untuk menata kawasan pedestrian di lingkungan gedungnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Konsep pedestrian dari Pemprov DKI sendiri belum jelas. Sebagian besar pengelola dan pemilik gedung belum memilih merancang sendiri pedestrian di gedungnya masing-masing,"&lt;/span&gt; jelas Koordinator Forum Komunikasi Pengelola dan Pemilik Gedung Jalan Thamrin- Sudirman, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suryo Adiprasetyo&lt;/span&gt;. Oleh karena alasan itu, sebagian besar pengelola dan pemilik gedung belum melakukan MOU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Keindahan Kota DKI Jakarta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sarwo Handayan&lt;/span&gt;i membenarkan, hingga kini masih ada pemilik dan pengelola gedung yang belum melakukan MOU dengan Pemprov DKI Jakarta. Meski begitu, secara prinsip, pengelola dan pemilik gedung sudah menyatakan mendukung program itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proses MOU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Pertamanan dan Keindahan Kota Jakarta mencatat, sampai bulan Mei 2004 hanya satu pengelola dan pemilik gedung yang melakukan MOU dengan Pemprov DKI Jakarta, yakni PT Wisma Nusantara (Hotel Nikko). MOU dilakukan tahun 2003. Sementara sisanya masih dalam proses, kecuali Kedutaan Besar Jepang meski telah memberikan lahannya dengan mundur delapan meter, tidak melaksanakan MOU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola dan pemilik gedung Plaza Indonesia, Wisma Kosgoro dan PT Wisma Nusantara, Gedung Candra/Otorita Batam, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), Gedung Jaya, serta Bank Indonesia belum memberikan kepastian akan memberikan lahannya untuk proyek pedestrian. Pengelola gedung Menara BII, Kedutaan Besar Perancis, PT Sarinah, dan Bank Rama (dikuasai BPPN) juga bersikap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pengelola dan pemilik tanah kosong (sengketa), Bank Rama (dikuasai BPPN), Kedubes Inggris, Kedubes Jerman, dan lahan depan videotron secara tegas menyatakan tidak akan memberikan lahannya atau memundurkan pagarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola dan pemilik gedung yang bersedia memberikan lahannya adalah Menara Cakrawala, Hotel Sari Pan Pacific, BDN/Bank Mandiri, Migas Energi, serta Departemen Energi dan Sumber Daya Alam. Pengelola dan pemilik Hotel Indonesia, Kedubes Jepang, PT Nusantara (Plaza Realty), Oil Center, Gedung Permata Plaza, dan PT Mandarin juga bersedia memberikan lahannya.(PIN)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-6809933806378453247?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/6809933806378453247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=6809933806378453247&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6809933806378453247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/6809933806378453247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2004/08/pedestrian-thamrin-belum-jelas.html' title='Pedestrian tanpa public expose'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUNGn7E61I/AAAAAAAAAnA/r8i0VmhYl1Y/s72-c/pedestrianthamrin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-7116633224054195655</id><published>2004-05-25T10:06:00.000-07:00</published><updated>2007-08-17T10:07:37.442-07:00</updated><title type='text'>Pedestrian Berubah Fungsi</title><content type='html'>Aturan Hukum Jelas, Aparat Malas Bertindak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0405/25/jab02.html"&gt;Sinar Harapan&lt;/a&gt; | Tidak tegasnya aparat Pemda Jakarta menjadi penyebab pedestrian (ruang untuk pejalan kaki) di Ibu Kota berubah fungsi di samping faktor desain yang memang dibuat tidak untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikemukakan Direktur Institut Transportasi, Darmaningtyas ketika dihubungi SH, Senin (24/5) sore. Dikatakan, aparat Pemda sebenarnya dapat menindak tegas para pedagang yang mengkuasa lokasi untuk pejalan kaki dengan mengacu kepada Perda No.11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum di wilayah Jakarta serta Undang Undang No.14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. &lt;br /&gt;”Aparatnya harus tegas dalam melaksanakan ketentuan undang-undang, supaya tidak terjadi perubahan fungsi pedestrian dari ruang untuk pejalan kaki, menjadi tempat mangkalnya pedagang asongan dan jalan alternatif bagi pengojek motor,” tegasnya.&lt;br /&gt;Dari sisi desain, lanjut Darmaningtyas, hendaknya dalam membangun pedestrian, pemda setempat harus menyertakan adanya bangunan penghalang supaya pedestrian itu tidak dimanfaatkan oleh pengojek motor untuk jalur mereka bila ingin memotong jalan. Bangunan penghalang itu bisa berupa pohon atau tiang bendera. &lt;br /&gt;”Tersedianya penghalang diharapkan masih memberikan ruang bagi para penyandang cacat fisik yang menggunakan kursi roda dan orang buta yang ingin melewati tempat itu,” katanya.&lt;br /&gt;Soal kenapa pedestrian dimanfaatkan oleh pedagang asongan? Menurut Darmaningtyas, karena dalam membangun kota ini, pemda setempat tidak menyediakan ruang bagi pedagang asongan. Padahal yang ideal, kota itu harus mewadahi seluruh kepentingan masyarakat. Karena tidak terakomodasi, jadi wajar kalau pada akhirnya terjadi proses akuisisi dari pejalan kaki menjadi tempat mangkalnya pedagang asongan.&lt;br /&gt;Selain itu, aparat kesannya juga memberikan kesempatan pada pedagang asongan maupun tukang ojek untuk memanfaatkan pedestrian. Mereka tidak menindak ketika pedagang yang mangkal masih sedikit, dan baru bergerak melakukan tindakan kalau jumlah pedagangnya sudah ratusan. &lt;br /&gt;Hal yang sama juga tidak dilakukan polisi, terhadap tukang ojek yang memanfaatkan pedestrian di depan mata mereka. ”Jika ditindak dari awal, masalahnya tidak akan serumit ini. Semua itu terjadi karena aparat sendiri yang cenderung memberi peluang. Aparat itu bisa polisi, bisa polisi pamong praja,” tandas Darmaningtyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohi India &lt;br /&gt;Dalam menyediakan fasilitas bagi pedagang asongan, kata Darmaningtyas, Pemda Jakarta bisa mencontoh India. Di negara itu, saat ini tengah mengembangkan pembangunan halte yang juga menyediakan tempat bagi pedagang asongan, pejalan kaki dan tempat berhentinya bus. ”Jika India saja bisa kenapa Indonesia tidak. Persoalan ini bisa teratasi bila pejabat pemda setempat tidak hanya berpikir bahwa pembangunan hanya sebuah proyek,” katanya.&lt;br /&gt;Ditanya pedestrian yang ideal itu berapa ukurannya? Dia menjelaskan, lebar atau tidaknya sangat tergantung pada lokasi yang ada. Tapi jika berbicara ideal, paling tidak lebarnya antara 4 hingga 6 meter. Untuk Jakarta, sebenarnya satu setengah meter hingga dua meter sudah cukup. Hanya saja, pedestrian kalau bisa lurus dan rata, tidak seperti yang ada sekarang. Karena jika lurus tidak mengganggu orang cacat yang ingin melewati pedestrian itu.&lt;br /&gt;”Catatan saya, pedestrian yang ada di Jakarta, seperti di Jalan MH Thamrin, dari segi lebar sudah memenuhi, tapi dari segi kerindangan sangat kurang. Sehingga tak heran, kalau warga kota ini malas untuk berjalan kaki di pedestrian itu. Pepohonan di sepanjang pedestrian selain berfungsi untuk menahan polusi, juga untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki,” tuturnya &lt;br /&gt;Seperti diberitakan SH, Senin (24/5), banyak kawasan pedestrian di Jakarta yang menelan biaya miliaran rupiah menjadi mubazir. Karena berubah fungsinya dan lebih banyak digunakan oleh para pedagang kaki lima (PKL). Pemda Jakarta hanya bisa menyelesaikan proyeknya tapi kurang peduli terhadap masalah pengawasan . &lt;br /&gt;Akibat dari beralih fungsi dari peruntukan pejalan kaki menjadi tempat mangkal PKL dan pengojek motor, banyak warga mengeluhkan hal itu. Seperti yang terjadi di kawasan JalanWahid Hasyim dan Jalan Sabang serta Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat serta di Glodok yang semula dimaksudkan sebagai taman duduk dan pejalan kaki. Namun, sejak beerapa waktu lalu berubah menjadi kios-kios PKL. Lampu hias telah menjadi tiang penopang bagi berdirinya tenda-tenda PKL. &lt;br /&gt;(sat)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-7116633224054195655?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/7116633224054195655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=7116633224054195655&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/7116633224054195655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/7116633224054195655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2004/05/pedestrian-berubah-fungsi.html' title='Pedestrian Berubah Fungsi'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-839153143412836205</id><published>2004-04-08T06:00:00.000-07:00</published><updated>2007-08-17T06:11:02.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opinion'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sidewalk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thamrin'/><title type='text'>Program tanpa konsep</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Belum Disepakati, Bulan Mei "Pedestrian" Harus Dimulai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0404/08/metro/953851.htm"&gt;Kompas &lt;/a&gt;| &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SETELAH "sukses" menghadirkan TransJakarta Busway, Gubernur DKI &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sutiyoso &lt;/span&gt;kini ingin mewujudkan impiannya yang lain. Mengingat kereta rel tunggal (monorel) sepertinya masih sulit diwujudkan, mantan Panglima Kodam Jaya itu ingin menata jalur pejalan kaki (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pedestrian&lt;/span&gt;) di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA membangun pedestrian yang manusiawi sebenarnya sudah mengemuka sejak Surjadi Soedirja menjabat Gubernur DKI Jakarta. Tetapi, rencana itu tidak pernah terwujud, sampai akhirnya Gubernur Sutiyoso mengangkat persoalan tersebut pada tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pemilik atau pengelola gedung perkantoran, hotel, dan sarana-sarana vital (seperti kedutaan dan Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa) di kawasan sepanjang sekitar 1,5 kilometer itu diminta menyediakan fasilitas untuk pejalan kaki. Trotoar yang selama ini ada, selebar 2,5 meter, harus diperlebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski diselimuti perasaan waswas terhadap kemungkinan tindak kriminal, pemilik gedung itu diminta merombak sebagian lahan bagian depan hingga terlihat hidup alias tanpa pagar. Bukan hanya di depan, tetapi juga pagar antargedung. Tujuannya, agar lahan "dibuka" itu dapat dimanfaatkan untuk lalu lalang para pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKALI lagi, proyek ini adalah impian Gubernur Sutiyoso yang sepertinya tidak pernah habis. Di tangan Sutiyoso, Jakarta bak sebuah permainan elektronik Sim City yang bisa dibongkar pasang.&lt;br /&gt;Setidaknya, setelah transjakarta, masih ada lagi sejumlah mimpi, yaitu mewujudkan seluruh pola transportasi makro, terdiri dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14 koridor busway&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;monorel&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;subway&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian kedua, dengan menggandeng swasta, Sutiyoso ingin membangun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rumah susun&lt;/span&gt; sebagai jawaban atas banyaknya tudingan sebagai gubernur yang suka menggusur wong cilik.&lt;br /&gt;Ketiga, untuk mencegah banjir bandang Ibu Kota, Sutiyoso begitu gencar menyebutkan proyek &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banjir Kanal Timur &lt;/span&gt;(BKT).&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai di situ, impian Sutiyoso selanjutnya adalah membuat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jalur cepat tambahan&lt;/span&gt; di kawasan Sudirman-Thamrin. Lagi-lagi, "jantung" Ibu Kota yang dikenal sebagai salah satu kawasan segi tiga emas itu akan kembali dirombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mendapat banyak kritikan, Sutiyoso tetap maju tak gentar. Bahkan, pengamat perkotaan kerap menyebut kebijakan Sutiyoso sebagai "kebijakan tambal sulam". &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arah perencanaan Kota Jakarta tidak jelas, konsep penataan kota dibuat sendiri-sendiri tanpa melibatkan partisipasi publik serta sarat berbagai kepentingan&lt;/span&gt; (Kompas, 27/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak kesempatan, Sutiyoso selalu menyatakan bahwa impiannya itu sudah diperkuat pemikiran pakar-pakar perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDAH meleset dari jadwal semula, Pemerintah Provinsi DKI kembali bertekat mewujudkan kawasan pejalan kaki itu. Bulan Mei adalah tonggak yang dipatok.&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang, adakah jaminan keamanan selama 24 jam bagi para pengelola gedung? Sebab, kalau tidak, mereka harus mengeluarkan tambahan biaya untuk peningkatan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah lihat bagaimana Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat yang tak jauh dari Jalan Thamrin. Sehari-hari gedung ini terlihat ditutup rapat.&lt;br /&gt;Jauh sebelum serangan 11 September 2001 terhadap lokasi-lokasi penting dan strategis di AS yang menghebohkan dunia, AS sudah memperketat lokasi-lokasi strategis pemerintahannya. Serangan orang jahat yang sering menebar teror menjadi perhatian utama. Apalagi, hingga akhir Maret 2004, berbagai kelompok besar maupun kecil masih menghujani kecaman terhadap kebijakan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta Besar AS untuk Indonesia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ralph L Boyce&lt;/span&gt; pernah menghadap Gubernur Sutiyoso guna memberitahukan rencana perubahan pagar dari terali besinya yang tembus pandang di depan (Kompas, 17/12/2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski beberapa bulan setelah serangan 11 September 2001 Pemerintah Indonesia "mengampanyekan" keamanan Indonesia, Kantor Kedubes AS tampaknya tetap waspada. Mereka memasang pagar beton disertai gulungan kawat berduri. Bahkan, selain aparat kepolisian, hingga kini sebagian bahu jalan diambil demi keamanan gedung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya suatu contoh betapa keamanan menjadi urusan sangat serius bagi para pengelola gedung di kawasan bisnis dan perkantoran tersebut. Dalam beberapa kali percakapan dengan Kompas, sejumlah pengelola gedung di kawasan itu memang selalu mempertanyakan jaminan keamanan itu. Jadi, persoalannya bukan semata- mata tentang biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, kalau soal biaya, dalam pengarahannya kepada para pemilik atau pengelola gedung kawasan Thamrin, Selasa (30/3) malam, Sutiyoso malah menantang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pemilik gedung yang enggak tahu malu dan enggak mampu, silakan bilang. Nanti saya yang akan mengerjakannya sendiri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proyek pelebaran trotoar dari 2-3 meter (pada kondisi sekarang) menjadi enam meter untuk pejalan kaki itu dianggarkan sebesar Rp 10 miliar. Proyek itu akan melibatkan 31 pemilik gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA soal jaminan keamanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengarahan itu, Sutiyoso tampaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makbul Padmanagara&lt;/span&gt;. Kebetulan, ada jajaran Polda Metro Jaya yang turut memberikan pemaparannya, yakni Direktur Pengamanan Obyek Vital Komisaris Besar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oegroseno &lt;/span&gt;dan Kepala Seksi Angkutan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Naufal Yahya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisaris Besar Oegroseno tetap menekan ancaman negeri ini, yakni bahaya terorisme. Selain itu, tindakan kriminal lainnya, seperti pencurian, pemerasan, penipuan, penganiayaan, tawuran, bahkan pedagang kaki lima juga disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kata Oegroseno, konsep pengamanan area terbuka sangat penting. Tentu, kita harus meningkatkan pemberdayaan anggota satuan pengaman dan pemasangan peralatan sekuriti. Sebab, ancaman bom masih sangat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tindakan pengamanan kawasan pedestrian harus dapat menciptakan suasana aman, tertib, dan lancar,"&lt;/span&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Komisaris Naufal Yahya mengatakan, pedestrian membutuhkan standar desain memadai. Hal itu dibutuhkan agar keselamatan pejalan kaki tetap diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Karena itu, pedestrian tetaplah harus dirancang dengan menggunakan safety barriers alias pagar yang rapi. Sebab, bisa jadi pengemudi kehilangan kendali lalu kendaraannya nyelonong ke pedestrian dan menabrak pejalan kaki,"&lt;/span&gt; ujar Naufal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Forum Komunikasi Pengelola dan Pemilik Gedung Jalan MH Thamrin-Sudirman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suryo Adiprasetyo&lt;/span&gt; mengatakan, secara prinsip, pemilik gedung tak akan menolak rencana itu. Sebab, sebetulnya gagasan ideal di mana pejalan kaki bisa melintas antargedung sudah terjadi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Cuma masalahnya, desain yang ditawarkan Pemprov DKI lebih menitikberatkan penghilangan pagar,"&lt;/span&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, setiap pendapat pemilik gedung seharusnya tidak dipandang sebagai bentuk penolakan. Semua rencana itu harus dibicarakan sehingga mencapai titik temu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kita sebaiknya jangan hanya melihat ancaman teroris dan kerusuhan. Kriminalitas bisa berupa penodongan, penjambretan, penganiayaan, dan pemerasan. Di jembatan penyeberangan BII, misalnya. Fasilitas publik itu kerap menjadi tempat empuk untuk aksi kejahatan,"&lt;/span&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, Forum Komunikasi Pengelola dan Pemilik Gedung Jalan MH Thamrin-Sudirman memang pernah mempertanyakan seperti apa desain pedestrian yang akan dibangun Pemprov DKI. Karena desain itu tak muncul-muncul, mereka kemudian menyodorkan usulan desainnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dalam pengarahan proyek penataan kawasan pedestrian akhir Maret lalu, Sutiyoso kemudian menyerahkan kepada Kepala Dinas Pertamanan DKI &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sarwo Handayan&lt;/span&gt;i untuk "memberikan konsultasi" privat kepada masing-masing pengelola gedung. (STEFANUS OSA TRIYATNA)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-839153143412836205?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/839153143412836205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=839153143412836205&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/839153143412836205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/839153143412836205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2007/08/program-tanpa-konsep.html' title='Program tanpa konsep'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8491449648704894995.post-8123646336512341017</id><published>2003-03-27T19:41:00.000-08:00</published><updated>2007-08-16T19:59:52.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thamrin'/><title type='text'>Pedestrian di Kawasan Thamrin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahun Ini, Kawasan Thamrin Menjadi Percontohan Pedestrian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUOJn7E62I/AAAAAAAAAnI/aLYZaVRa84Y/s1600-h/pedestrian+thamrin+a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUOJn7E62I/AAAAAAAAAnI/aLYZaVRa84Y/s200/pedestrian+thamrin+a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099497711565335394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta, &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0303/27/metro/215332.htm"&gt;Kompas &lt;/a&gt;- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertekad mewujudkan kawasan Jalan MH Thamrin di Jakarta Pusat sebagai proyek percontohan untuk kawasan pedestrian (pejalan kaki) pada tahun ini. Trotoar yang selama ini hanya berukuran 2,2-4,8 meter akan diperluas menjadi 5-8 meter.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Gubernur malah menginginkan rencana itu terealisasi tahun ini. Tapi, kendalanya, pemilik bangunan masih meragukan keamanan gedung jika nantinya menjadi kawasan pedestrian,"&lt;/span&gt; kata Koordinator Proyek dan Perancang Konsep Pedestrian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Danisworo &lt;/span&gt;di Balai Kota, Rabu (26/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataan kawasan Thamrin sebagai kawasan pedestrian sebenarnya sudah mencuat sejak tahun 1997/1998, ketika Jakarta dipimpin Gubernur &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surjadi Soedirja&lt;/span&gt;. Namun, rencana itu hilang begitu saja menyusul terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Danisworo, kawasan Thamrin selama ini sangat "tidak manusiawi". "Kendaraan pribadi justru mendapat prioritas. Orang akhirnya berkompetisi dengan kendaraan," kata Danisworo. Ada trotoar, tapi tidak nyaman bagi pejalan kaki. Sepanjang trotoar juga tak ada pohon peneduh bagi pejalan kaki. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Makanya, orang Jakarta lebih memilih naik kendaraan daripada jalan kaki untuk tujuan yang dekat," &lt;/span&gt;tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, kawasan pedestrian itu dilengkapi satu jalur untuk pepohonan rindang yang memisahkan dua jalur khusus bagi pejalan kaki. Pedestrianisasi ini bertujuan mewujudkan kawasan Thamrin sebagai kawasan yang humanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baru tujuh pengelola&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Arsitektur dan Urban Desain Institut Teknologi Bandung itu mengatakan, baru sekitar tujuh pemilik bangunan menyatakan setuju memberikan sebagian kecil lahannya untuk ditata menjadi kawasan bagi pejalan kaki. Salah satu contoh adalah Kedutaan Besar Jepang yang menyediakan lahan seluas lima meter untuk pedestrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi, ketujuh pengelola gedung itu antara lain Plaza Indonesia (kini sedang memulai membangun sarana rekreasi yang dilengkapi ruang terbuka hijau), Hotel President, Wisma Nusantara, Hotel Indonesia, dan Hotel Mandarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pemprov DKI telah menganggarkan dana sebesar Rp 27,5 milyar kepada Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, di antaranya untuk menjaga keamanan kawasan itu, yakni sistem informasi keamanan dan mobil patroli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Polda Metro Jaya, kata Sekretaris Daerah Pemprov DKI Ritola Tasmaya, berjanji akan mengamankan kawasan tersebut. (pin) [foto:beritajakarta.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8491449648704894995-8123646336512341017?l=bataviapedestrian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/feeds/8123646336512341017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8491449648704894995&amp;postID=8123646336512341017&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8123646336512341017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8491449648704894995/posts/default/8123646336512341017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bataviapedestrian.blogspot.com/2003/03/pedestrian-di-kawasan-thamrin.html' title='Pedestrian di Kawasan Thamrin'/><author><name>betawi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_7d4AZqR3azA/RsUOJn7E62I/AAAAAAAAAnI/aLYZaVRa84Y/s72-c/pedestrian+thamrin+a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
